Petugas Operasi Keselamatan
Progo 2026 Polresta Yogyakarta menunjukkan sisi humanis saat menjalankan tugas
di Pos Teteg pada Minggu (2/2/2026). Di tengah pemeriksaan rutin, petugas
mendapati seorang mahasiswi yang mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan
helm dalam kondisi terluka.
Petugas awalnya menghentikan
pengendara tersebut sesuai prosedur keselamatan. Namun, saat dikonfirmasi,
mahasiswi tersebut menjelaskan bahwa dirinya sedang dalam keadaan panik dan
terburu-buru menuju rumah sakit. Ia mengalami luka sobek di bawah dagu akibat
terpeleset saat sedang mengepel di tempat kosnya.
Melihat kondisi luka yang
cukup dalam, tim Dokkes Polresta Yogyakarta yang tergabung dalam satgas operasi
segera memberikan tindakan medis awal. Petugas membersihkan dan membalut luka
tersebut untuk mencegah infeksi serta memastikan kondisi pasien stabil sebelum
dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Wakasatlantas Polresta
Yogyakarta, AKP Jayeng, yang memimpin langsung kegiatan tersebut, memberikan
pengertian secara humanis kepada pengendara tersebut. Meski dalam situasi
darurat, perlengkapan keselamatan seperti helm tetap menjadi unsur utama yang
tidak boleh diabaikan saat berada di jalan raya.
"Kami memahami kondisi
darurat yang dialami, namun penggunaan helm adalah kewajiban mutlak demi
melindungi nyawa pengendara. Dalam situasi mendesak, kami sarankan masyarakat
untuk menghubungi layanan darurat atau meminta bantuan orang lain agar tetap
aman sampai ke tujuan," ujar AKP Jayeng.
Operasi Keselamatan Progo
2026 ini tidak hanya berfokus pada penegakan aturan, tetapi juga sebagai sarana
edukasi bagi masyarakat. Melalui kejadian ini, Polresta Yogyakarta kembali
mengingatkan warga untuk selalu berhati-hati dalam beraktivitas sehari-hari
serta tetap mengutamakan prosedur keselamatan berkendara di mana pun dan kapan
pun. (Humas Polresta Yogyakarta)


No comments:
Write comment