Menjelang Hari Raya Idul
Fitri, Polresta Yogyakarta secara resmi menggelar Operasi Keselamatan Progo
2026 selama 14 hari. Operasi ini mengedepankan pendekatan preventif dan
edukatif guna meningkatkan budaya tertib berlalu lintas serta menekan angka
kecelakaan di wilayah Kota Yogyakarta.
Kasihumas Polresta
Yogyakarta, Iptu Gandung, mengajak seluruh pengguna jalan untuk menjadikan
keselamatan sebagai kebutuhan bersama dengan memperhatikan beberapa hal
berikut:
1. Larangan Balap Liar
Iptu Gandung menegaskan agar
masyarakat, khususnya generasi muda, tidak melakukan aksi balap liar di jalan
umum. Selain melanggar hukum, balap liar sangat membahayakan keselamatan
pengendara maupun pengguna jalan lainnya serta mengganggu ketertiban
masyarakat.
2. Kendaraan dalam Kondisi
Layak Jalan
Sebelum berkendara, pastikan
kendaraan berada dalam kondisi prima dan memenuhi standar keselamatan, antara
lain:
- Lampu utama dan lampu sein
berfungsi dengan baik.
- Sistem pengereman depan
dan belakang berfungsi optimal.
- Kondisi ban masih laik
pakai dan tidak gundul.
- Spion terpasang lengkap
sesuai ketentuan.
3. Penggunaan Helm SNI
Secara Benar
Pengendara sepeda motor
diwajibkan menggunakan helm berstandar SNI serta memastikan tali pengaman
terpasang hingga terdengar bunyi “klik”. Helm yang tidak terpasang dengan benar
tidak memberikan perlindungan maksimal saat terjadi kecelakaan.
4. Kepatuhan terhadap Rambu
dan Marka Jalan
Disiplin berlalu lintas
mencakup kepatuhan terhadap seluruh rambu dan marka jalan, di antaranya:
- Berhenti di belakang garis
zebra cross saat lampu merah.
- Tidak menerobos lampu lalu
lintas dan tidak melawan arus.
- Mengemudi sesuai batas
kecepatan yang telah ditentukan.
5. Kelengkapan Administrasi
dan Fokus Berkendara
Pengendara diingatkan untuk
selalu membawa SIM dan STNK yang sah. Selain itu, hindari penggunaan telepon
seluler saat berkendara karena konsentrasi penuh merupakan faktor utama dalam
mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Iptu Gandung menambahkan
bahwa menjelang Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat.
Oleh karena itu, pengendara diimbau untuk tidak terburu-buru dan lebih
mengutamakan keselamatan daripada kecepatan.
“Mari kita dukung
pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2026 sebagai wujud tanggung jawab bersama
dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan nyaman bagi semua.
Ketertiban berlalu lintas dimulai dari kesadaran diri sendiri,” tutup Iptu
Gandung. (Magang)


No comments:
Write comment