Gedongtengen,
Yogyakarta - Semangat gotong royong kembali menggema di wilayah Kemantren
Gedongtengen. Personel Polsek Gedongtengen bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan
Pringgokusuman, Bripka Bayu Widhiharso, melaksanakan pengamanan kunjungan Wali
Kota Yogyakarta dalam rangka penyerahan bantuan Bedah Rumah Tidak Layak Huni
(RTLH) di Kampung Notoyudan, Senin (04/05/2026).
Penerima
manfaat bantuan kali ini adalah Bapak Rochiban, warga Notoyudan GT II/1034, RT
89 RW 25, Pringgokusuman. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi apik antara
Pemerintah Kota Yogyakarta, Supermarket Pamella melalui program Corporate
Social Responsibility (CSR), beberapa OPD terkait, serta keluarga besar umat
Kristiani Pemkot Yogyakarta.
Wali
Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang hadir langsung meninjau lokasi, memberikan
apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Baginya, bedah rumah ini
bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan sebuah upaya besar dalam
membangun kembali kebersamaan di tengah masyarakat.
"Supaya
tidak dimaknai secara fisik saja, tetapi secara nilai nonfisiknya harus
dihikmati. Bahwa bedah rumah gotong royong ini membangun rekonstruksi sosial
dari sisi kebersamaan," ujar Hasto Wardoyo di lokasi bedah rumah.
Kondisi
rumah Bapak Rochiban memang memprihatinkan; atap bagian tengah melengkung, atap
depan terlalu rendah, serta sering mengalami kebocoran saat hujan melanda.
Hasto menekankan bahwa permasalahan kemiskinan akan lebih ringan jika
diselesaikan dengan kekuatan kolektif seluruh warga.
Pemilik
Supermarket Pamella, Noor Liesnani Pamella, menyerahkan bantuan senilai Rp20
juta per rumah. Pada tahun 2026 ini, Pamella menargetkan bantuan bedah rumah
untuk lima unit setelah sebelumnya sukses menyasar 10 rumah pada tahun lalu.
"Saya
ikhlas membantu karena rezeki itu datang dari Allah dan saya kembalikan kepada
hamba Allah. Saya pernah merasakan hidup susah, jadi saya paham betul rasanya
tinggal di rumah yang tidak nyaman," tutur Liesnani dengan penuh rasa
syukur.
Sementara
itu, Bapak Rochiban selaku penerima bantuan tak mampu menyembunyikan rasa
harunya. Ia menceritakan betapa sulitnya kondisi rumahnya selama ini, bahkan
atap depannya yang rendah seringkali menghambat warga saat sedang membantu
prosesi pemakaman.
Bhabinkamtibmas
Kelurahan Pringgokusuman, Bripka Bayu Widhiharso, yang mengawal jalannya
kegiatan menyatakan bahwa seluruh rangkaian acara berlangsung dengan aman dan
tertib.
"Kehadiran
kami di sini adalah untuk memastikan kegiatan kemanusiaan ini berjalan lancar.
Kami juga sangat mendukung program ini karena lingkungan yang sehat dan rumah
yang layak huni secara tidak langsung akan berdampak positif pada terciptanya
situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Pringgokusuman," jelas Bripka
Bayu. (Humas Polsek Gedongtengen)


No comments:
Write comment