2779 Ditilang Saat Ops Zebra 2016, Kecelakaan Turun Drastis

Yogyakarta- Angka kecelakaan lalu-lintas di wilayah Kota Yogyakarta menurun selama Operasi Zebra Progo 2016. Operasi ini dilakukan serentak selama 14 hari, sejak Rabu (16/11) hingga Selasa (29/11). Sedangkan untuk wilayah kota Yogyakarta terdapat dua wilayah target operasi (TO) yang dijadikan sasaran penindakan dalam operasi ini.

Kanit Laka AKP Hendro mengungkapkan kawasan yang menjadi TO adalah jalan jenderal Sudirman dari simpang Galeria hingga Tugu Pal Putih, yang kedua adalah di jalan Kusumanegera dari Gedongkuning hingga Pasar Sentul.

"Tahun lalu di TO terdapat sembilan kejadian laka lantas, namun di tahun ini alhamdullilah nihil. Namun di luar TO terdapat empat kejadian laka lantas," terangnya, Kamis (1/12).

Namun demikian, walaupun jumlah laka menurun tapi jumlah pelanggaran yang berujung pada penindakan tilang meningkat jumlahnya. Di tahun 2015 terdapat 2665 surat tilang yang dikeluarkan, sedangkan tahun ini meningkat empat persen sehingga berjumlah 2779. Sedangkan teguran menurun 70 persen dari tahun lalu yang berjumlah 4515 teguran, tahun ini menjadi 1368 teguran.

Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polresta Yogyakarta, AKP Tugiman memaparkan kecelakaan biasanya terjadi setelah didahului karena pelanggaran, dan rata-rata di jalan lurus dan sempit serta jauh dari rambu lampu pengatur lalu lintas.

"Kecelakaan biasanya didahului karena pelanggaran dari pengendara, seperti melawan arus atau kekurang hati-hatian saat memotong jalur," terangnya.

Tugiman juga menjelaskan, pihak Polresta Yogyakarta lebih mengedepankan hunting pelanggaran yang kasat mata dan bukan razia stasioner. Adapun pelanggaran yang banyak terjadi baik pengguna roda dua ataupun roda empat antara lain melanggar Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (Apill) seperti lampu pengatur lalu lintas, atau rambu lainnya. Bagi roda dua, tidak sedikit juga pengendara yang ditilang karena tidak mengenakan helm. Kemudian untuk roda empat, selain melanggar apill, pengendara juga ada yang tidak mengenakan safety belt.

"Kami mengimbau agar pengguna jalan dapat lebih bijak, dan menaati rambu dan peraturan di jalan raya sehingga dapat tercipta Yogyakarta yang zero accident," tandasnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel