DPRD DIY Gelar Seminar Jogja Bebas Klitih

Maraknya kasus Penganiayaan Berat bahkan berujung sampai meninggal dunia, yang rata rata pelaku serta korban mengundang keprihatinan dari b...

Maraknya kasus Penganiayaan Berat bahkan berujung sampai meninggal dunia, yang rata rata pelaku serta korban mengundang keprihatinan dari berbagai pihak. Penganiayaan berat yang berakibat meninggal dunia akhir akhir ini yang dilakukan pelajar dibawah umur dipandang sesuatu yang sangat mendesak untuk didiskusikan bagaimana dan cara mencari akar permasalahannya.

Fenomena Kenakalan remaja ini yang sangat familiar disebut “Klitih” diperlukan kerjasama dari berbagai pihak. Keluarga, masyarakat, pihak sekolah, Kepolisian dan Pemerintah Daerah harus duduk bersama untuk mengatasi masalah ini.

Inilah yang mendasari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY) mengadakan Seminar tentang Kemitraan Strategi Membuat Jogja Bebas Klitih. Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD DIY, Jalan Malioboro, Yogya, Kamis (16/03/2017). Narasumber yaitu Kapolda DIY Brigjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri, M.Si, Wakil Ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto, SIP. Dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Agung Supriyono, SH. Acara ini dihadiri sekitar 100 (seratus) orang Tamu undangan yang terdiri dari Kepolisian, Anggota DPRD DIY, Komite Sekolah, dan wartawan.

Wakil Ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto, SIP mengatakan bahwa fenomena  klitih yang dilakukan remaja ini membuat kaget. Karena bukan kohasi sosial yang dibangun, melainkan hilangnya nyawa.

“Para pelaku kekerasan ternyata mereka berangkat dari keluarga yang dingin. Kontrol orang tua sangat lemah. Maka dari itu,, kita mempunyai kewajiban untuk menjaga anak kita. Bukan hanya Orang tua, polisi saja. Semua orang wajib menjaga generasi muda kita ini. Saya harap Semoga diskusi ini membuat jogja kita ini bebas dari tindakan kekerasan, menjadi jogja yang semakin nyaman, serta semakin aman untuk di tinggali masyarakat”, kata Arif.

Senada dengan Arif, Kepala Kesbangpol, Agung Supriyono, SH mengatakan bahwa Kesbangpol bersama jajaran polda, kejaksaan dan kabinda, telah menghadiri kordinasi nasional berkaitan dengan penanganan konflik sosial.

“Masalah antar kelompok geng sekolah adalah salah satu virus yang disinyalir menyebabkan tindakan kriminal. Hal ini sangat meresahkan warga DIY karena banyak hal negatif yang mereka lakukan seperti vandalisme, perusakan lingkungan, fasilitas umum, kekerasan yang melibatkan massa, dan juga melakukan tindakan kriminal berat”, papar Agung. 

Agung berharap dengan adanya Program Jaga Warga yang selama ini telah berjalan, agar dapat terus berkembang menjadi besar. Perkumpulan Jaga Warga beranggotakan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, tokoh perempuan atau anggota masyarakat lain disesuaikan dengan kebutuhan wilayah. Disamping itu, Jaga Warga juga berwenang membuat tata tertib di wilayah yang disepakati bersama oleh warga dan melakukan penegakan aturan.

“Harapan kami dengan jaga warga, pembentukan jaga warga oleh pemerintah daerah semakin berkembang. Masyarakat sangat antusias dengan jaga warga. Sampai saat ini telah terbentuk 113 jaga warga. Pembentukan ini tidak lepas dari peran Polri”, lanjut Agung.

Kapolda DIY Brigjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri, M.Si memaparkan bahwa rata-rata pelaku penganiayaan ini, adalah pelajar yang tidak naik kelas, sering pindah pindah sekolah.

Mereka itu tidak tinggal dengan orang tua, nge kos, permasalahan pola asuh, sering mendapat perlakuan dari orang tua maupun orang tua yang bercerai. 

“Remaja itu memiliki perilaku yang beresiko. Dia ingin mengungkapkan jati dirinya. Gagah gagahan saja”, papar Kapolda.

“Untuk itu Langkah langkah kita  selain dengan penegakan hukum, juga kita dengan pendekatan psikologi. Perlu dukungan pihak terkait untuk terlibat dalam rangka menuntaskan fenomena kenakalan remaja sebagai Adolence Risk Behavior (ortu, sekolah, pmerintah, dll)”, ujar Kapolda. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa Jogja akhir akhir ini terjadi Penganiayaan yang mengakibatkan Korban meninggal. Rata rata korban adalah siswa SMP dan SMA. Pelaku kekerasan ini mengincar korban yang berusia belia. Sampai saat ini beberapa orang tlah dijadikan tersangka. Mereka dikenai Pasal penganiayaan berat. Pelaku itu pun juga berusia belia (dibawah 17 tahun). Jika dalam pembuktian dipersidangan, terkena pidana penjara diatas 7 (tujuh) tahun, maka akan dikenakan sesuai dengan hukuman yang diberlakukan untuk orang dewasa. Ini yang disebut dengan diversi.

(sumber: Denny Humas Polda DIY- http://dhenyyn.blogspot.co.id/)

COMMENTS

Name

agama,8,anak,1,anev,3,apel,53,Bagren,1,bagsumda,8,bakti sosial,3,bank,1,Bantul,1,Bela diri Sumda,1,bencana,9,berantas nyamuk,1,berita,200,bhabinkamtibmas,94,bhayangkari,2,binmas,16,budaya,3,curanmor,1,danurejan,58,doa,1,evakuasi,4,gaktibplin,1,gedongtengen,60,gedung tengen,1,giat kapolsek,4,gondokusuman,79,gondomanan,100,harkamtibmas,1,headlines,13,himbauan,9,hut ri,7,imbauan,12,imunisasi,1,informasi pendaftaran,1,jalan,1,jam pimpinan,34,jetis,47,Kampanye Anti Korupsi,1,KDRT,1,keagamaan,36,kebakaran,10,kecelakaan,9,kegiatan,42,kelurahan terpilih lomba,1,kemanusiaan,6,kesehatan,4,klitih,2,korp raport,1,kota gede,4,kotagede,48,kraton,60,kriminal,205,kunjungan kapolresta,1,lalulintas,90,latihan,23,Linmas,2,maklumat,1,malioboro,15,Mantap Praja,1,mantrijeron,30,mediasi,1,mergangsan,58,mergansan,2,muhammadiyah,11,narkoba,3,ngampilan,64,olah raga,4,olahraga,2,olga bersama,1,operasi cipta kondisi,1,ops,27,Ops Cipta Kondisi,2,Ops Curas,1,Ops Lilin,1,ops patuh,3,Ops Pekat,2,Ops Zebra,8,orang hilang,1,pahlawan,1,pakualaman,15,Pam Unras,1,panti asuhan,1,patroli,25,pawai,1,PDD,1,pekat,6,pelajar,67,pelatihan,2,pelayanan,30,pembinaan,40,pemeriksaan,1,pencurian,5,pendidikan,1,penemuan org meninggal,1,penertiban,3,pengajian,1,pengamanan,148,pengaturan,1,pengawalan,7,pengawasan,1,penyuluhan,19,perayaan,1,piket jaga,1,pilkada,8,PKS,1,polisi sahabat anak,3,polwan,6,popkema,2,pramuka,2,preemtif,7,press release,8,preventif,4,profil,6,program,2,propam,4,ramadniya,8,rayonisasi,2,razia,67,role model,1,sabhara,27,saka bhayangkara,1,satbinmas,6,satlantas,45,satpas,1,satreskrim,29,satresnarkoba,19,satsabhara,74,sattahti,3,sidang,1,silaturahmi,4,sim,4,Simpatik,3,simulasi,5,sipropam,6,siwas,2,sleman,1,sosial,24,sosialisasi,11,spkt,1,supervisi,1,tegalrejo,40,terobosan kreatif,1,terobosankreatif,20,TFTT,1,TKP,1,TNI,4,uh,1,umbulharjo,106,undangan,1,ungkap,83,unjuk rasa,2,unjukrasa,12,upacara,38,urc,1,URC satsabhara,3,wirobrajan,48,wisata,1,yogyakarta,36,
ltr
item
TRIBRATANEWS POLRESTA YOGYAKARTA: DPRD DIY Gelar Seminar Jogja Bebas Klitih
DPRD DIY Gelar Seminar Jogja Bebas Klitih
https://4.bp.blogspot.com/-bdhrhB_xz9E/WMtYyhSjKZI/AAAAAAAAHaU/zVnaYpBSILgFgavm-dl1BnR2ovx9B85bgCLcB/s320/sEMINAR%2BkLITIH.JPG
https://4.bp.blogspot.com/-bdhrhB_xz9E/WMtYyhSjKZI/AAAAAAAAHaU/zVnaYpBSILgFgavm-dl1BnR2ovx9B85bgCLcB/s72-c/sEMINAR%2BkLITIH.JPG
TRIBRATANEWS POLRESTA YOGYAKARTA
http://www.polresjogja.com/2017/03/dprd-diy-gelar-seminar-jogja-bebas.html
http://www.polresjogja.com/
http://www.polresjogja.com/
http://www.polresjogja.com/2017/03/dprd-diy-gelar-seminar-jogja-bebas.html
true
2841462995676669691
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy