Kapolsek Mergangsan, AKP Fitri
Anto Heri Nugroho, S.H., M.H., memimpin langsung kegiatan pengamanan Pagelaran
Wayang Kulit Climen yang menjadi puncak kemeriahan Wirogunan Festival
(WiroFest) 2025. Acara ini sukses digelar pada Minggu (16/11/2025) di Pendopo
Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Yogyakarta.
Selama pagelaran berlangsung,
petugas Polsek Mergangsan melaksanakan penjagaan, pemantauan, dan pengaturan di
area pendopo untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Personel
ditempatkan di titik-titik strategis guna menjaga situasi tetap aman, tertib,
dan memberikan rasa nyaman bagi ratusan masyarakat maupun tamu undangan yang
hadir.
Pentas puncak WiroFest 2025
ini menghadirkan dalang Ki Gadhing Pawukir Seno Saputro. Ki Gadhing berhasil
membuat ratusan warga larut dalam alur cerita, tawa, sekaligus pesan moral yang
begitu kuat melalui lakon "Wahyu Katentreman".
Dalam adegan goro-goro, Ki
Gadhing Pawukir dengan jenaka menyelipkan pesan sosial mengenai "Mas
Jos" (Masyarakat Jogja Olah Sampah), program prioritas Pemerintah Kota
Yogyakarta. Kehadiran Lurah Wirogunan, Siti Mahmudah Setyaningsih, di tengah
adegan tersebut turut menambah semarak suasana, menjadikan pesan tentang
pengelolaan sampah mudah diterima dan disambut hangat oleh warga.
Lakon "Wahyu
Katentreman" mengajak penonton menyelami makna ketenteraman sebagai tujuan
bersama. Kisah ini menggambarkan usaha penuh gotong royong, terutama dari tokoh
Semar, untuk melenyapkan pagebluk dan menghadirkan kedamaian bagi rakyat.
Perjalanan para ksatria muda
seperti Gatotkaca, Ontoseno, dan Ontorejo dalam memperoleh wahyu menjadi simbol
bahwa perjuangan untuk kebaikan membutuhkan keberanian, kejujuran, dan
keteguhan hati. Puncak cerita menegaskan bahwa Wahyu Ketenteraman akhirnya memilih
Prabu Kresna, figur bijak yang menyatukan berbagai kalangan. Persatuan yang
ditunjukkan oleh Kresna, Punta Dewa, dan Bolodewa menjadi kunci tegaknya
kembali ketenteraman.
Lakon ini menjadi cermin bagi
masyarakat Wirogunan, bahwa di tengah berbagai tantangan, persatuan dan gotong
royong tetap menjadi kunci utama mencapai ketenteraman lahir dan batin. Pesan
moral yang sangat relevan ini sekaligus menjadi doa bersama agar Wirogunan
senantiasa menjadi ruang yang damai, rukun, dan penuh harapan bagi seluruh
warganya. (Humas Polsek Mergangsan)


No comments:
Write comment