Apel Gelar Pasukan Ops Lilin Progo 2017 Polresta Yogyakarta

Ribuan personel gabungan melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Lilin Progo Tahun 2017 di halaman parkir Stadion Mandala Krida, Kamis (21/12/2017) pagi.

Apel dipimpin oleh Kapolresta Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Tommy Wibisono, S.Ik dan dihadiri oleh sejumlah Forkompinda Kota Yogyakarta, para pejabat Polresta Yogyakarta, Kapolsek Jajaran dan diikuti oleh pasukan TNI/Polri, Satpol PP, Dishub, Pemadam, serta Ormas dari Senkom, Banser, dan Saka Bhayangkara dan lain sebagainya.

Dalam apel tersebut, Kapolresta Yogyakarta melakukan penyematan tanda pita kepada perwakilan pasukan sebagai tanda telah dimulainya Operasi Lilin Progo 2017.

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, dalam amantanya yang dibacakan oleh Kapolresta Yogyakarta mengatakan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai pengecekan akhir terhadap kesiapan seluruh personal pengamanan berikut kelengkapan sarana dan prasarana pendukungnya, serta keterpaduan unsur lintas sektoral dalam pengamanan guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Perayaan Natal dan perayaan pergantian tahun yang bersamaan dengan libur sekolah merupakan saat yang dinantikan oleh masyarakat diseluruh penjuru dunia, dengan penuh kebahagiaan dan suka cita, yang diharapkan dapat terselenggara dengan nyaman, aman, lancar, dan menjadi tugas Polri sebagai aparat keamanan untuk memenuhinya.

“Beberapa ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang perlu diantisipasi adalah masih adanya potensi serangan teror, kemacetan lalu lintas, bencana alam, ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok, serta potensi konflik dalam kehidupan masyarakat terkait perayaan Natal seperti aksi sweeping oleh Ormas,” jelasnya.

Ditambahkan, sebelum gelar pasukan Operasi Lilin 2017 ini dilaksanakan, Polri didukung oleh TNI serta stakeholders lainnya, dalam hal ini Kemenhub, Kemenpupera, Kemenkes, Pertamina, dan Jasa Marga, telah melaksanakan Rapat Koordinasi untuk menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik. 

Sedangkan untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, Polri bersama dengan Kementan, Kemendag, Kemenperin, Sadan POM, KPPU, dan Perum Bulog, telah melaksanakan langkah-langkah preventif secara sinergis guna mencegah terjadinya permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan bahan pokok. Upaya tersebut akan terus dilakukan sepanjang pelaksanaan Operasi Lilin 2017 berlangsung.

Dalam kesempatan tersebut Kapolri menjelaskan, bahwa Operasi Lilin 2017 akan dilaksanakan terhitung mulai tanggal 23 Desember 2017 sampai dengan 1 Januari 2018, dengan mengedepankan kegiatan preventif didukung kegiatan intelijen dan penegakan hukum. 

“Operasi ini melibatkan 170.304 personel, yang terdiri alas 90.057 personel Polri, 20.070 personel TNI, dan 60.177 personel dari instansi terkait beserta komponen masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Gabungan personel ini hendaknya dapat menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat sepanjang libur Natal dan Tahun Baru, khususnya di tempat-tempat ibadah, jalan- jalan perlintasan arus mudik dan arus balik, objek wisata. pusat perbelanjaan, serta fasilitas transportasi yang akan digunakan, seperti terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan, dan bandara. 

Di seluruh tempat-tempat tersebut telah dibangun 1.609 pos pengamanan dan 643 pos pelayanan, yang tergelar di seluruh wilayah Indonesia, dan tolok ukur keberhasilan Operasi Lilin 2017 ini ditandai dengan terwujudnya kamseltibcar lantas, menurunnya angka kejahatan, tersedianya kebutuhan dan stabilitas harga bahan pokok, serta tertanggulanginya dampak bencana alam.

Kapolri juga menekankan beberapa point penting untuk dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh personel yang bertugas, antara lain memetakan seluruh potensi kerawanan di masing-masing wilayah, dan tentukan cara bertindak yang tepat melalui penyusunan rencana operasi yang matang.

Selau tingkatkan kewaspadaan dalam mencegah aksi teror dan kejahatan konvensional yang meresahkan di pusat keramaian, tempat ibadah, dan tempat-tempat lainnya.

Kapolri juga memerintahkan agar personel di lapangan melakukan pendekatan dengan elemen masyarakat guna mencegah terjadinya aksi sweeping oleh Ormas, apabila tetap terjadi, agar dilakukan tindakan tegas yang profesional.

Selain itu juga mengoptimalkan penggelaran anggota di tengah masyarakat, lakukan terobosan kreatif melalui rekayasa lalu lintas guna mengurai dan mengurangi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Juga memaksimalkan peran Satgas Pangan di masing-masing daerah, guna mewujudkan stabilitas harga pangan dengan menggandeng instansi terkait. 

“Perkuat sinergisitas polisional dengan seluruh stakeholders, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Kapolri menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan Operasi "Lilin-2017".

“Semoga pengabdian dan kerja keras yang telah kita lakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel