Ribuan Masyarakat Berebut Gunungan Dalam Perayaan Grebeg Syawal


Yogyakarta- Ribuan warga masyarakat berbondong-bondong menyaksikan prosesi grebeg dalam rangka memperingati 1 Syawal 1439H yang digelar di Pelataran Masjid Gede Kauman, Jumat (15/6/18).

Sesuai dengan penanggalan hijriyah atau bertepatan dengan hari raya Idul Fitri, Grebeg merupakan simbol bentuk sedekah dari Raja kepada rakyatnya.

Kegiatan grebeg tersebut dengan mempersembahkan 7 gunungan yang berisi beragam sayuran dan hasil bumi yaitu 3 Gunungan lanang, 1 Gunungan Wadon, 1 Gunungan Gepak, 1 Gunungan Darat dan 1 Gunungan Pawuhan.

 Gunungan tersebut dikawal oleh 60 anggota bregodo prajurit Bugis, 30 abdi dalem Norokaryo serta 20 utusan ndalem. Adapun 10 prajurit yang mengawal jalannya prosesi Garebeg yakni Prajurit Wirobrojo, Prajurit Daeng, Prajurit Patangpuluh, Prajurit Nyutro, Prajurit Mantrijeron, Prajurit Jogokaryo, Prajurit Prawirotomo, Prajurit Ketangung, Prajurit Surakarta dan Prajurit Bugis.

Dimulai keluarnya prajurit / bregodo Kraton dari keben menuju magangan dengan diringi musik khas prajurit Kraton dan lengkap dengan senjata Kraton  sebagai tanda dimulainya prosesi Grebeg. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjemput tumpeng dan gunungan yang merupakan hasil dari produk  pertanian dan aneka jajanan/ makan pasar.

Sekira pukul 10.00 wib pasukan prajurit Kraton/ bregodo kembali melakasakan pengambilan tiga gunungan dan dimulai dr magangan menuju ke pagelaran Kraton dan dibagi menuju puro pakualaman, kepatihan dan masjid gedhe untuk dibagikan ke masyarakat. selama giat tersebut berlangsung aman dan lancar.

Prosesi Grebeg Syawal di tandai dengan memberikan tembakan Salvo sebanyak 3 kali sebagai penghormatan Selanjutnya tujuh gunungan akan keluar dari Bangsa Ponconiti Kraton Yogyakarta, melewati Siti Hinggil Pagelaran Kraton Yogyakarta lalu melewati Alun - Alun Utara Kraton Yogyakarta. Setelah mendekati pohon Beringin Kembar di tengah Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta, bregodo prajurit Kraton yang membawa lima gunungan Grebeg Syawal  akan berbelok ke arah masjid Gede Kauman (arah kiri dari pohon Beringin Kembar) untuk di doakan oleh penghulu, selanjutnya di perebutkan warga.

Sedang satu gunungan yang dibawa kearah Kepatihan akan terus melewati Alun-Alun Utara menuju Kawasan Titik Nol KM menuju Kepatihan melawan arah arus lalulintas di kawasan Malioboro. Sedang satu gunungan dengan dikawal dua gajah dibawa ke Puro Pakualaman akan diarahkan menuju Puro Pakualaman setelah dari kawasan Titik Nol KM dengan melewati Jalan Pangeran Senopati dan Jalan Sultan Agung.

Kegiatan gerebeg tersebut merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya dan merupakan agenda tahunan.
Pengamanan kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kraton Kompol Etty Haryanti.S.I.Kom. dengan anggota baik terbuka maupun tertutup. Selama giat berlangsung situasi aman terkendali.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel