Gondokusuman, Yogyakarta - Aksi
sigap seorang penjaga perlintasan kereta api berhasil menggagalkan upaya
percobaan bunuh diri seorang pemuda di perlintasan KA Baciro, Gondokusuman,
pada Senin malam (04/05/2026). Personel Polsek Gondokusuman yang menerima
laporan segera mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan mengevakuasi
pelaku.
Kapolsek Gondokusuman,
Kompol Julius Meta Jiwa, S.H., M.H., mengonfirmasi bahwa pelaku percobaan bunuh
diri tersebut berinisial RS (23), seorang pria warga Ngestiharjo, Kasihan,
Bantul.
Peristiwa bermula sekira
pukul 18.17 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, Subambang, petugas penjaga
perlintasan KA dari PT. KAPM Area 6 Yogyakarta, korban sempat mendekat dan
bertanya mengenai jadwal kereta yang akan melintas. Tak lama berselang, saat
sinyal kereta mendekat mulai terdengar, RS justru berjalan ke tengah rel untuk
menghadang kereta.
Saksi menyebutkan bahwa RS
sempat melontarkan kalimat putus asa, "Pak, nitip nomor istriku, aku wes
rakuat (Pak, titip nomor istri saya, saya sudah tidak kuat)," sambil
mencoba menghadang laju kereta. Melihat aksi berbahaya tersebut, Subambang
dengan sigap menarik tubuh korban ke pinggir rel dan membawanya masuk ke dalam
pos penjagaan/portal KA demi keamanan.
Petugas KA kemudian
menghubungi Polsek Gondokusuman. Personel kepolisian yang tiba di lokasi sekira
pukul 18.30 WIB langsung mengamankan RS beserta satu unit kendaraan roda dua
dengan nomor polisi AB 5587 BC milik korban ke Mapolsek.
Kapolsek Gondokusuman,
Kompol Julius Meta Jiwa, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada
petugas penjaga perlintasan KA atas tindakan cepat dan berani yang telah
dilakukan.
"Kami mengapresiasi
kesigapan Bapak Subambang. Berkat tindakan cepat beliau, nyawa saudara RS dapat
terselamatkan dari kecelakaan fatal. Ini adalah wujud nyata kepedulian antar
sesama di ruang publik," ujar Kompol Julius.
Berdasarkan pemeriksaan
awal, diduga kuat RS nekat melakukan aksi tersebut karena terhimpit
permasalahan ekonomi keluarga. Menanggapi fenomena ini, Kapolsek memberikan
imbauan mendalam kepada masyarakat.
"Kami mengimbau kepada
seluruh masyarakat, apabila sedang menghadapi beban hidup yang berat, jangan
ragu untuk bercerita kepada keluarga, teman, atau mencari bantuan profesional.
Mengakhiri hidup bukanlah solusi atas permasalahan yang ada," tambahnya.
Kepolisian juga meminta
warga untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitarnya.
Saat ini, pihak Polsek Gondokusuman tengah melakukan koordinasi dengan pihak
keluarga korban di Bantul agar RS mendapatkan pendampingan dan penanganan lebih
lanjut. (Humas Polsek Gondokusuman)


No comments:
Write comment