Wakapolres Yogyakarta AKBP
Robertus Kokok S., S.H., M.H., menghadiri apel siaga dan deklarasi “Jogja
Tangguh Bencana” yang digelar di Halaman Balai Kota Yogyakarta, Kamis
(30/10/2025) pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota
Yogyakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Forum Pengurangan
Risiko Bencana (PRB) Kota Yogyakarta, serta diikuti oleh berbagai elemen
masyarakat, mulai dari perwakilan TNI, Pemda, LSM, akademisi, pelajar, hingga
komunitas siaga bencana.
Kegiatan ini menjadi momentum
memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun ketangguhan masyarakat
menghadapi potensi ancaman bencana di wilayah Kota Yogyakarta. Deklarasi ini
menegaskan bahwa ketangguhan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah
dan masyarakat untuk mewujudkan kota yang aman, tangguh, dan berdaya menghadapi
berbagai bencana.
Yogyakarta sendiri termasuk
wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap ancaman gempa bumi, banjir,
kebakaran, maupun kekeringan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi
faktor kunci dalam upaya penanggulangan bencana secara cepat dan tepat.
Deklarasi “Jogja Tangguh
Bencana” juga merupakan bagian dari implementasi Roadmap Penanggulangan Bencana
Kota Yogyakarta 2025–2030 dengan visi “Yogyakarta Tangguh, Aman, dan
Berkelanjutan.”
Ketua Forum Pengurangan Risiko
Bencana (PRB) Kota Yogyakarta, Arif Noor Hartanto, menyampaikan bahwa hingga
saat ini sudah terbentuk 169 Kampung Tangguh Bencana (KTB) di seluruh wilayah
kota. “Setiap kampung minimal memiliki 30 personel relawan yang telah mendapat
pelatihan dasar penanggulangan bencana, mulai dari penyelamatan, logistik,
hingga penggunaan alat komunikasi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa
simulasi kebencanaan rutin dilakukan di setiap kampung sesuai potensi ancaman
di wilayah masing-masing. “Kami ingin memastikan setiap warga tahu apa yang
harus dilakukan ketika bencana terjadi. Siapa berbuat apa, itu sudah kami simulasikan,”
ujar Arif.
Dalam kesempatan tersebut,
AKBP Robertus Kokok S. menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Yogyakarta
dan seluruh elemen masyarakat yang telah berperan aktif dalam membangun budaya
tangguh bencana. “Polresta Yogyakarta siap bersinergi dengan seluruh pihak
dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana. Kesiapsiagaan harus menjadi
kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat agar setiap ancaman dapat
direspons dengan cepat, tepat, dan aman,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk
selalu menjaga kamtibmas dan tidak mudah panik saat menghadapi situasi darurat,
serta memastikan saluran komunikasi antarwarga dan aparat berjalan efektif.
Kegiatan berlangsung lancar,
tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Deklarasi diakhiri dengan pembacaan
ikrar bersama serta penandatanganan komitmen “Jogja Tangguh Bencana” oleh
seluruh peserta apel. (Humas Polresta Yogyakarta)


No comments:
Write comment