Bhabinkamtibmas Kelurahan Wirobrajan Polsek Wirobrajan,
Aiptu Sumaryanto, mewakili Kapolsek Wirobrajan menghadiri kegiatan Edukasi
Remaja dan Anak Kemantren Wirobrajan yang digelar di Ruang Terbuka Hijau Publik
(RTHP) Wirabraja, Jalan Kapten Tendean, Wirobrajan, Sabtu sore (20/12/2025).
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk diskusi, live akustik,
serta kampanye “Pagar Diri” dengan tema “Keren Itu Berani Jaga Diri dan Punya
Prinsip, Bukan Ikut Arus” ini diikuti oleh remaja dan anak-anak dari wilayah
Kemantren Wirobrajan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Mantri Pamong Praja Kemantren
Wirobrajan, lurah se-Kemantren Wirobrajan, Kasi Jasos Kemantren Wirobrajan,
pengurus Forum Anak Indonesia Kemantren Wirobrajan (FA Wirama), serta pelajar
tingkat SD, SMP, SMA, dan remaja setempat.
Mengawali masa liburan sekolah, Forum Anak Kemantren
Wirobrajan (FA Wirama) menginisiasi kampanye “Pagar Diri” sebagai bentuk
kepedulian terhadap kondisi pergaulan remaja di lingkungan sekitar. Melalui
kegiatan ini, anak-anak diajak untuk lebih waspada terhadap berbagai risiko
pergaulan, penyalahgunaan narkoba, serta penggunaan media sosial yang tidak
sehat, termasuk praktik grooming yang rawan terjadi selama liburan.
Ketua Forum Anak Wirama, Ayra Finsha Mahadevi, menjelaskan
bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya waktu luang anak selama
liburan sekolah yang tidak selalu diiringi dengan pengawasan orang tua.
“Liburan membuat waktu anak-anak lebih fleksibel, sementara
pengawasan orang tua tidak selalu optimal. Kampanye ini mengajak teman-teman
untuk berani menjaga diri dan tidak mudah terbawa arus pergaulan,” ujarnya.
Ayra menambahkan, isu yang diangkat dalam kampanye “Pagar
Diri” bersumber dari kondisi nyata di wilayah Kemantren Wirobrajan, meliputi
Kelurahan Pakuncen, Wirobrajan, dan Patangpuluhan. Beberapa persoalan yang
masih ditemui antara lain putus sekolah, penyalahgunaan obat-obatan terlarang
dan minuman keras, hingga pernikahan usia anak.
Aksi kampanye dilakukan melalui orasi di ruang publik serta
pembagian kipas berisi pesan edukatif kepada masyarakat. Lima isu utama yang
disuarakan yakni stop pernikahan usia dini, ajakan melanjutkan sekolah,
pemenuhan hak anak, penolakan pergaulan bebas, serta larangan merokok dan
penyalahgunaan narkoba.
Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak DP2AP3KB
Kota Yogyakarta, Edy Wijayanti, mengapresiasi keberanian anak-anak FA Wirama
dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik. Ia menekankan bahwa partisipasi
anak merupakan bagian dari pemenuhan hak anak yang perlu terus didukung dengan
pendampingan dari orang dewasa.
Sementara itu, Mantri Pamong Praja Kemantren Wirobrajan,
Sarwanto, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut sebagai langkah
positif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.
“Kegiatan ini menjadi ruang aman bagi anak dan remaja untuk
berdiskusi, bertanya, serta mendapatkan informasi yang benar terkait persoalan
yang mereka hadapi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan
Wirobrajan Polsek Wirobrajan, Aiptu Sumaryanto, menyampaikan apresiasi atas
inisiatif Forum Anak Wirama dalam mengisi masa liburan dengan kegiatan edukatif
dan positif.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membangun kesadaran
remaja agar mampu menjaga diri, memiliki prinsip, serta berani menolak ajakan
negatif di lingkungan pergaulan,” ujar Aiptu Sumaryanto.
Ia juga mengimbau kepada para remaja untuk memanfaatkan
waktu liburan dengan kegiatan yang bermanfaat serta menjauhi pergaulan yang
dapat merugikan masa depan.
“Kami mengajak anak-anak dan remaja untuk selalu
berhati-hati dalam pergaulan, bijak menggunakan media sosial, serta tidak ragu
melapor kepada orang tua, guru, atau pihak kepolisian apabila menemui hal-hal
yang berpotensi membahayakan,” pungkasnya. (Humas Polsek Wirobrajan)


No comments:
Write comment