Seorang pemuda berinisial EP
(23), warga Tahunan, Umbulharjo, harus berurusan dengan Polisi setelah terbukti memberikan informasi palsu
terkait kejahatan jalanan (klitih). Aksi rekayasa tersebut terbongkar pada Rabu
malam, 18 Februari 2026, sekitar pukul 19.30 WIB.
Kejadian bermula saat EP
mengaku kepada seorang takmir masjid di sekitar Pasar Pasty, Ustaz Tholib,
bahwa dirinya baru saja menjadi korban serangan di selatan Pasar Pasty, Jalan
Bantul. Dengan meyakinkan, EP bercerita bahwa ia dipepet oleh sekitar 15 sepeda
motor yang membawa senjata tajam jenis gergaji es. Ia bahkan menunjukkan tangan
kirinya yang dibalut perban, dan mengklaim luka tersebut akibat sabetan para
pelaku.
Mendapatkan informasi
tersebut, petugas Unit Reskrim Polsek Mantrijeron bersama jajaran piket
Polresta Yogyakarta bergerak menuju lokasi yang disebutkan guna melakukan olah
tempat kejadian perkara. Namun, setibanya di lokasi, EP mulai menunjukkan
gelagat mencurigakan dan tampak kebingungan saat diminta menunjukkan titik
pasti kejadian.
Kapolsek Mantrijeron AKP
Mujiyanto, S.Sos., mengungkapkan bahwa setelah dilakukan pendalaman secara
intensif, EP akhirnya mengakui bahwa seluruh cerita tersebut hanyalah karangan.
“Motif pelaku nekat
mengarang cerita menjadi korban kejahatan jalanan adalah agar ada orang yang
merasa kasihan kepadanya. Sementara luka di tangan kiri yang dibalut perban itu
hanyalah rekayasa pribadinya, bukan karena sabetan senjata tajam,” jelas AKP Mujiyanto.
Atas perbuatannya yang telah
meresahkan masyarakat dan menyita waktu petugas, EP kini menjalani pemeriksaan
serta pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
Kapolsek Mantrijeron juga
mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas
kebenarannya, terlebih membuat laporan palsu. “Tindakan seperti ini tidak hanya
merugikan diri sendiri, tetapi juga dapat menimbulkan keresahan dan rasa tidak
aman di tengah masyarakat. Kami meminta warga untuk bijak dan bertanggung jawab
dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian,” tegasnya. (Humas Polsek
Mantrijeron)


No comments:
Write comment