Semangat ekonomi kerakyatan
mewarnai pembukaan Pasar Ramadhan Panti Asuhan Yatim (PAY) Putra Muhammadiyah
Lowanu yang berlokasi di Brontokusuman, Mergangsan, pada Rabu sore, 18 Februari
2026. Kegiatan yang kini memasuki tahun kelima tersebut resmi dibuka dengan
pemukulan gong oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial,
Wirawan Hario Yudho, SH., MM., mewakili Walikota Yogyakarta.
Pasar Ramadhan ini merupakan
hasil kolaborasi apik antara PAY Putra Muhammadiyah Yogyakarta dengan UMKM
Jogja Membumi (UJM). Menghadirkan 25 stan produk unggulan, acara ini tidak
hanya sekadar tempat berburu takjil, tetapi juga menjadi motor penggerak
kebangkitan ekonomi kreatif bagi masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wirawan
Hario Yudho menekankan pentingnya pondasi ekonomi berbasis kekuatan rakyat.
Beliau memuji langkah PAY Lowanu yang konsisten memberikan ruang bagi pelaku
usaha kecil.
"Perekonomian harus
dibangun atas landasan ekonomi kerakyatan; membeli dari warga untuk warga. Ini
adalah kunci mempercepat pertumbuhan ekonomi rakyat. Dengan lokasi strategis
dan fasilitas parkir luas, kami berharap tempat ini bisa menjadi ikon Pasar
Ramadhan di Kota Jogja," ujar Wirawan.
Selain aspek ekonomi, Ketua
Panitia Tri Haryanto menjelaskan adanya misi edukasi bagi para santri panti.
Para santri diajak terjun langsung dalam kegiatan berdagang guna melatih
kemandirian dan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Mengingat lokasi pasar yang
strategis dan berpotensi mengundang keramaian, jajaran kepolisian hadir untuk
memastikan situasi tetap kondusif. Kapolsek Mergangsan yang diwakili oleh Iptu
Walhadi, didampingi Bhabinkamtibmas Brontokusuman Aipda Widarmono, terjun
langsung memantau jalannya acara.
Iptu Walhadi menegaskan
bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan skema pengamanan dan pengaturan lalu
lintas di sekitar area Lowanu.
"Dengan hadirnya
puluhan UMKM ini, aktivitas perdagangan tentu meningkat dan arus lalu lintas
menjadi lebih padat. Personel Polsek Mergangsan menjamin keamanan di lokasi
serta melakukan pengaturan lalu lintas agar aktivitas warga dan pengguna jalan tetap
lancar," jelas Iptu Walhadi.
Beliau juga menitipkan pesan
kepada para pengunjung untuk tetap waspada terhadap barang bawaan pribadi dan
tertib dalam memarkirkan kendaraan. Warga dihimbau tidak memarkir kendaraan di
bahu jalan agar tidak memicu kemacetan parah di kawasan tersebut.
Acara pembukaan ini turut
dihadiri oleh Mantri Pamong Praja Mergangsan Drs. Suradi, M.Si, jajaran
Danramil, Kepala Puskesmas, KUA, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan
Aisyiyah. Kehadiran berbagai tokoh lintas sektor ini mempertegas bahwa sinergi
antara lembaga sosial, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci suksesnya
kegiatan kemasyarakatan di bulan suci. (Humas Polsek Mergangsan)


No comments:
Write comment