Semarak bulan suci Ramadan kembali terasa di kawasan
legendaris Jogokariyan. Bhabinkamtibmas Kelurahan Mantrijeron Aiptu Teguh
Santoso bersama personel Polsek Mantrijeron melaksanakan pengamanan intensif
dalam gelaran Kampung Ramadhan Jogokariyan (KRJ) pada Kamis sore (19/2/2026).
Tidak hanya menjaga keamanan, petugas juga turut membantu panitia dalam
mendistribusikan ribuan porsi takjil kepada jemaah dan pengunjung.
Masjid Jogokariyan tahun ini kembali mempertahankan
tradisi ikoniknya dengan menyiapkan 3.800 porsi takjil gratis setiap hari.
Tradisi tersebut didukung penuh oleh semangat gotong royong warga sekitar yang
telah terorganisir dengan baik.
Pengurus Masjid Jogokariyan, Gita Welly Ariadi,
menjelaskan bahwa penyediaan takjil melibatkan ibu-ibu Dasawisma dari 18 RT di
wilayah Jogokariyan. Mereka memasak secara bergilir sesuai jadwal yang telah
ditentukan untuk memenuhi kebutuhan selama 30 hari penuh Ramadan.
“Setiap RT mendapat jadwal memasak satu hingga dua kali.
Dengan estimasi biaya per porsi sekitar Rp15.000, kami juga membuka ruang bagi
masyarakat yang ingin berdonasi,” ujar Welly. Selain takjil berbuka, pihak
masjid juga menyediakan porsi sahur meski jumlahnya terbatas, sekitar 10 persen
dari total porsi takjil harian.
Pembagian takjil yang dilakukan setiap hari selepas waktu
Asar tersebut bertepatan dengan aktivitas Pasar Sore Ramadan yang dipadati
pengunjung. Di tengah antusiasme masyarakat, personel Polsek Mantrijeron
bersama Aiptu Teguh Santoso melaksanakan pengamanan, pengaturan arus lalu
lintas, serta memberikan imbauan kamtibmas melalui pendekatan humanis.
Petugas mengingatkan pengunjung agar selalu waspada
terhadap barang bawaan pribadi seperti tas, dompet, dan telepon genggam guna
menghindari aksi kriminalitas di tengah kerumunan. Selain itu, warga juga
diimbau memarkirkan kendaraan di kantong parkir resmi agar tidak menimbulkan
kemacetan di ruas jalan sempit sekitar masjid.
Aiptu Teguh Santoso menyampaikan bahwa pengamanan
dilakukan untuk memastikan kenyamanan seluruh warga Yogyakarta maupun wisatawan
yang berkunjung ke KRJ.
“Kami hadir untuk memastikan distribusi takjil berjalan
tertib dan tidak terjadi desak-desakan. Saya juga mengimbau jemaah agar tetap
menjadi ‘polisi bagi diri sendiri’ dengan mengamankan barang berharga
masing-masing. Jogokariyan adalah wajah kerukunan dan kebersamaan, maka mari
kita jaga bersama agar situasi tetap aman, lancar, dan kondusif selama bulan
puasa ini,” ungkapnya.
Hingga waktu berbuka puasa tiba, kegiatan di kawasan
Jogokariyan berlangsung aman dan tertib. Sinergi antara kepolisian, takmir
masjid, dan warga menjadi bukti kesiapan wilayah Mantrijeron dalam mengelola
kegiatan berskala besar selama bulan Ramadan. (Humas Polsek Mantrijeron)

.jpeg)
No comments:
Write comment