Langkah cepat diambil oleh jajaran kewilayahan Gedongkiwo
untuk mengantisipasi potensi bahaya dampak pohon tumbang yang mengancam
jaringan listrik.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Gedongkiwo, Aiptu Arief Rodhi,
melakukan sambang koordinasi bersama Lurah Gedongkiwo ke kediaman Ketua RT 79
RW 17 Dukuh, Gedongkiwo, Mantrijeron, Jumat (20/2/2026).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas laporan warga
mengenai keberadaan pohon besar yang posisinya sudah miring dan menyentuh kabel
aliran listrik milik PLN. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan
warga sekitar, terutama saat terjadi hujan deras atau angin kencang.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Bhabinkamtibmas dan Lurah
Gedongkiwo telah berkoordinasi secara intensif dengan pihak PLN. Berdasarkan
hasil kesepakatan, pelaksanaan pemotongan pohon dijadwalkan pada hari Jumat
pukul 14.00 WIB.
Guna menjamin keamanan petugas dan pemilik pohon saat
melakukan pemangkasan, pihak PLN akan melakukan pemadaman listrik sementara di
sekitar lokasi terdampak. Langkah ini diambil untuk menghindari terjadinya
hubungan arus pendek (korsleting) maupun risiko sengatan listrik selama proses
evakuasi dahan berlangsung.
Aiptu Arief Rodhi menegaskan bahwa kehadiran kepolisian
adalah untuk memastikan seluruh koordinasi dan proses pembersihan berjalan aman
tanpa ada gangguan atau kecelakaan kerja.
“Kami mengimbau kepada warga di sekitar RT 79 agar dapat
memaklumi adanya pemadaman listrik sementara demi keamanan bersama. Pemangkasan
ini harus segera dilakukan karena pohon tersebut sudah miring ke arah kabel
utama. Kami pastikan proses ini berjalan lancar agar jaringan listrik kembali
normal dan lingkungan menjadi lebih aman,” ujar Aiptu Arief Rodhi.
Beliau juga meminta pemilik pohon dan tenaga teknis untuk
memperhatikan faktor keselamatan (safety) selama proses pemotongan serta
memastikan dahan yang jatuh tidak menghalangi akses jalan warga.
Kegiatan koordinasi berlangsung dengan aman dan tertib,
dilanjutkan dengan pemantauan langsung di lokasi pemotongan pada siang hari.
(Humas Polsek Mantrijeron)


No comments:
Write comment