Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY)
menggelar acara silaturahmi terbuka bagi masyarakat umum di Bangsal Kepatihan,
Senin pagi (30/03/2026). Momentum ini menjadi ajang bagi warga untuk bertemu
dan berjabat tangan langsung dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X,
dan Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X.
Acara tahun ini memiliki makna spesial karena menjadi
puncak peringatan Hari Jadi Ke-271 DIY dan kembali dilaksanakan setelah sempat
ditiadakan pada tahun 2025.
Guna menjamin kelancaran acara yang diprediksi dihadiri
oleh 10.000 orang ini, personel gabungan telah disiagakan sejak pagi. Kasat Pol
PP Provinsi DIY, Bagas Seno Adji, A.TD., M.T., didampingi Kapolsek Danurejan,
AKP Annas Ma’aruf Zamroni, S.H., M.A.P., memimpin apel kesiapan pada pukul
07.45 WIB.
Pengamanan melibatkan personel dari Polresta Yogyakarta,
Polsek Danurejan, BKO Dit Samapta Polda DIY, serta Satpol PP. Kapolsek
Danurejan menginstruksikan pembagian personel dalam beberapa ring, termasuk
penempatan personel berpakaian tertutup untuk membaur di titik antrean warga
guna memastikan situasi tetap kondusif.
Pranata Humas Ahli Madya Diskominfo DIY, Ditya Nanaryo
Aji, menekankan bahwa meski terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, terdapat
sejumlah aturan demi menjaga kekhidmatan di area Bangsal Kepatihan:
1. Tata Busana: Masyarakat diimbau mengenakan pakaian
sopan dan dilarang menggunakan sandal jepit.
2. Larangan Dokumentasi Pribadi: Warga dilarang melakukan
swafoto (selfie) maupun merekam video saat bersalaman agar alur antrean tetap
mengalir lancar.
3. Fasilitas Fotografer: Pemda DIY menyediakan tim
fotografer resmi di lokasi, sehingga masyarakat tetap mendapatkan dokumentasi
momen bersalaman tanpa mengganggu jalannya acara.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan
sistem prasmanan, silaturahmi kali ini hadir dengan konsep yang lebih membumi.
Sebanyak 70 gerobak angkringan dan pelaku UMKM dihadirkan sebagai penyedia
hidangan bagi masyarakat.
Asisten Setda DIY Bidang Administrasi Umum, Srie
Nurkyatsiwi, menjelaskan bahwa konsep ini dipilih untuk memberikan dampak
ekonomi nyata bagi masyarakat lapisan bawah. Usai bersalaman dengan pimpinan
daerah, warga dapat menikmati berbagai sajian khas lokal seperti nasi kucing,
gorengan, soto, hingga aneka jenang yang disiapkan oleh para pelaku UMKM.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di sekitar
pintu masuk dan keluar Kantor Kepatihan terpantau padat namun tetap mengalir
berkat pengaturan dari personel satuan lalu lintas. Kapolsek Danurejan terus
memantau pergerakan massa guna memastikan rangkaian hari jadi DIY ini
berlangsung aman, tertib, dan penuh kehangatan antara pemimpin dan rakyatnya. (Humas
Polsek Danurejan)


No comments:
Write comment