Kapolsek Gondomanan AKP Basungkawa,
S.H., M.H., beserta anggota menghadiri sekaligus melaksanakan pengamanan
kegiatan pagelaran seni budaya wayang kulit yang digelar di Dhalem
Yudhonegaran, Jalan Ibu Ruswo No. 35, Gondomanan, Yogyakarta, Sabtu
(14/03/2026) pukul 21.00 WIB.
Pagelaran tersebut merupakan
kolaborasi 30 dalang dari komunitas Rukun Dalang Yogyakarta (RUDHAL) lintas
generasi dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta dengan lakon “Semar
Sanggan”. Kegiatan ini digelar sebagai ajang silaturahmi sekaligus kaderisasi
bagi para praktisi seni pedalangan di Yogyakarta dan Solo.
Acara yang disaksikan
sekitar 200 penonton tersebut berada di bawah tanggung jawab GBPH Yudoningrat.
Sejumlah dalang yang turut memeriahkan pagelaran di antaranya Ki Sudarminto, Ki
Sutejo, Ki Margiyono, Gunarto Gunotalijendro, Ki Edi Suwondo, Ki Bambang
Soelistyo, Ki Sujanto, Ki Hery Nugroho, Ki Faisal Noor Singgih, Ki Yuwono, Ki
Rustiyanto, Ki Hadi Sutoyo, Ki Bambang WN, Ki Geter Pramuji Widodo, Ki Sri
Mulyono, Ki Gadhing Pawukir, Ki Fani Rickyansyah, Ki Yusuf Anshor, Ki Catur
Kuncoro, Ki Gondo Suharno, Ki Juang Perkasa, Ki Mendhot Swasana, Ki Kuat Hadi
Samono, Ki Surono, Ki Aneng Kiswantoro, Ki Singgih Nurjono, Ki Kiswan
Dwinawaeka, Ki Sunu Prasetyo, Ki Bayu Aji Nugroho, dan Ki Sulis Priyanto.
Turut hadir dalam kegiatan
tersebut GBPH Prabukusumo, seniman Yati Pesek, perwakilan Paguyuban Rukun
Dalang Jogja-Solo, serta masyarakat umum yang antusias menyaksikan pagelaran
budaya tersebut.
Dalam sambutannya,
perwakilan panitia menyampaikan apresiasi kepada para dalang dari Yogyakarta
dan Surakarta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan kolaborasi tersebut
sebagai sarana mempererat persaudaraan antar seniman pedalangan.
Sementara itu, GBPH
Yudoningrat dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya
pagelaran wayang kulit RUDHAL Jogja–Solo dengan lakon “Semar Sanggan”. Ia juga
mengucapkan terima kasih kepada para dalang, pengrawit, sinden, serta seluruh
tamu undangan yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.
Menurutnya, seni wayang kulit
merupakan warisan budaya adiluhung yang telah diakui dunia oleh UNESCO sehingga
perlu terus dijaga kelestariannya dengan tetap mempertahankan pakem serta
nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Ia juga berharap generasi muda
dapat semakin mengenal dan mencintai budaya wayang sebagai bagian dari
identitas bangsa.
Pagelaran Wayang Kulit
RUDHAL 30 Dalang ini menjadi wadah kolaborasi dan kebersamaan para dalang
lintas generasi, sekaligus sebagai upaya pelestarian budaya wayang kulit agar
tetap berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai adiluhung yang diwariskan para
leluhur.
Sementara itu, Kapolsek
Gondomanan AKP Basungkawa menyampaikan bahwa kehadiran personel kepolisian
dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat
yang menghadiri pagelaran seni budaya.
Ia juga mengapresiasi
terselenggaranya kegiatan budaya yang dapat mempererat persaudaraan serta
menjaga kelestarian budaya tradisional di Kota Yogyakarta.
“Kami dari Polsek Gondomanan
mendukung kegiatan seni budaya seperti ini karena selain menjadi sarana hiburan
masyarakat, juga menjadi upaya melestarikan budaya bangsa. Kehadiran kami
sekaligus memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar,” ujar
Kapolsek.
Kegiatan pagelaran wayang
kulit berlangsung dengan tertib dan penuh antusias dari masyarakat yang hadir
hingga acara selesai. (Humas Polsek Gondomanan)


No comments:
Write comment