Pesan perdamaian dan
toleransi menggema dari Aula Gereja Paroki Kristus Raja Baciro, Gondokusuman,
pada Senin dini hari (2/3/2026). Kapolsek Gondokusuman, Kompol Julius Meta
Jiwa, S.H., memimpin langsung pengamanan kegiatan Sahur Lintas Iman dan
Tausyiah Kebangsaan yang menghadirkan tokoh pemersatu bangsa, Dr. (H.C.) Hj.
Sinta Nuriyah Wahid, M.Hum.
Kegiatan bertema "Puasa
Berbalut Bencana Dan Goyahnya Demokrasi" ini menjadi potret indah
keberagaman di Yogyakarta, dihadiri oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo,
Dir Binmas Polda DIY Kombes Pol Bagyo Hadi Kurnianto, Dandim 0734/Kota
Yogyakarta Kolonel Inf. Arif Setiyono, serta tokoh-tokoh lintas agama dari FKUB
dan PWNU DIY.
Romo Andreas Novian Ardi
Prihatmoko, Pr (Romo Aan), selaku tuan rumah, menyampaikan rasa syukur yang
mendalam atas kehadiran Ibu Sinta Wahid. Ia menyebut sosok Ibu Sinta sebagai
inspirasi dan siraman rohani bagi umat Katolik dalam menjaga api toleransi.
Acara ini pun diikuti oleh warga sekitar gereja, komunitas difabel, hingga para
penggerobak sampah sebagai simbol inklusivitas.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto
Wardoyo, turut mengapresiasi konsistensi Ibu Sinta Wahid yang selama 26 tahun
berkeliling Indonesia untuk menyatukan perbedaan melalui sahur bersama.
Dalam tausyiahnya, Ibu Sinta
Nuriyah Wahid mengingatkan kembali hakikat persatuan bangsa Indonesia. Beliau
menceritakan pengalamannya selama puluhan tahun bersahur bersama kaum marjinal mulai
dari kolong jembatan hingga pasar untuk menegaskan bahwa di mata Tuhan dan
negara, semua warga adalah setara.
"Kita pada hakikatnya
satu, jadi tidak perlu gontok-gontokan," tegas Ibu Sinta. Beliau juga menyoroti
pengakuan negara terhadap keberagaman agama di Indonesia, termasuk agama Baha'i
yang pengikutnya turut andil dalam sejarah perjuangan kemerdekaan.
Kapolsek Gondokusuman,
Kompol Julius Meta Jiwa, S.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam
kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman
dan khidmat, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan moderasi
beragama di wilayahnya.
Kegiatan ini ditutup dengan
doa bersama dan santap sahur dalam suasana kekeluargaan yang erat. Dialog
lintas iman ini diharapkan mampu memperkuat persatuan bangsa, terutama dalam
menghadapi berbagai tantangan demokrasi dan bencana, dengan tetap mengedepankan
nilai-nilai kemanusiaan di bulan suci Ramadan.
Hingga acara berakhir
menjelang waktu imsak, situasi di sekitar Gereja Baciro terpantau aman, tertib,
dan lancar. (Humas Polsek Gondokusuman)


No comments:
Write comment