Jajaran Polresta Yogyakarta
memulai pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2026 guna menjamin keamanan dan
kelancaran perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H. Operasi ini dilaksanakan secara
serentak di seluruh Indonesia selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026,
dengan melibatkan 161.243 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan berbagai
instansi terkait.
Operasi kepolisian terpusat
ini mengedepankan sinergi lintas sektoral antara Polri, TNI, Pemerintah Kota
Yogyakarta, serta berbagai instansi terkait dalam memberikan perlindungan dan
pelayanan kepada masyarakat.
Strategi yang diterapkan
dalam operasi ini menitikberatkan pada langkah-langkah preemtif dan preventif,
dengan dukungan penegakan hukum, intelijen, serta kegiatan kehumasan. Hal ini
dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan
Idulfitri dengan suasana yang aman, nyaman, dan lancar.
Kota Yogyakarta menjadi
perhatian khusus mengingat statusnya sebagai salah satu tujuan utama arus mudik
dan wisata di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2025, Stasiun Tugu tercatat
sebagai stasiun tujuan nomor satu di Pulau Jawa dengan persentase kedatangan
8,58 persen atau sekitar 2,02 juta penumpang. Selain itu, Terminal Giwangan
juga menjadi titik tujuan utama dengan volume penumpang mencapai 609,45 ribu
orang.
Menyikapi tingginya mobilitas
tersebut, Polresta Yogyakarta memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi
potensi gangguan keamanan, kemacetan lalu lintas, serta kerawanan di
titik-titik keramaian.
Kapolresta Yogyakarta,
Kombes Pol Eva Guna Pandia, S.I.K., M.M., M.H., menyampaikan bahwa sebanyak 402
personel diterjunkan dalam operasi kali ini. Personel gabungan tersebut terdiri
dari unsur Polri, TNI, Pemkot Yogyakarta, Pramuka, serta berbagai organisasi
relawan.
Guna memudahkan pengawasan
dan pelayanan, Polresta Yogyakarta telah mendirikan lima titik Pos Pengamanan
(Pospam) dan Pos Terpadu di lokasi strategis:
1. Pos Terpadu Teteg
2. Pos Pam Tugu
3. Pos Pam Titik 0 Km
4. Pos Pam Gembira Loka
(Bonbin)
5. Pos Pam Stasiun Tugu
Petugas di lapangan akan
difokuskan pada pengamanan jalur mudik, tempat ibadah, pusat perbelanjaan,
serta objek wisata ikonik di Yogyakarta.
Selain mengedepankan sisi
keamanan, Operasi Ketupat Progo 2026 diarahkan untuk menekan angka kriminalitas
dan kecelakaan lalu lintas. Kapolresta Yogyakarta mengimbau masyarakat agar
senantiasa mematuhi aturan berlalu lintas, terutama saat menghadapi kepadatan
arus mudik maupun balik.
"Operasi Ketupat
merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan pelayanan terbaik
kepada masyarakat. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan mudik dan perayaan
Idulfitri dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman," ujar Kombes Pol Eva
Guna Pandia, Kamis, (12/3/25).
Kapolresta juga meminta
seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kelancaran operasi ini dengan menjaga
ketertiban di lingkungan masing-masing. Melalui kesiapan optimal ini,
diharapkan masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh kebahagiaan
dan ketenangan di Kota Yogyakarta. (Humas Polresta Yogyakarta)


No comments:
Write comment