Mantrijeron, Kota Yogyakarta
- Guna mengantisipasi ancaman banjir bagi warga yang tinggal di pinggir sungai,
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta menggelar simulasi
uji coba alat Sistem Peringatan Dini (EWS) pada Rabu (21/10/2026) pagi.
Kegiatan ini berlangsung di RT 32 RW 06 Suryowijayan, Kelurahan Gedongkiwo,
Mantrijeron, dan dihadiri langsung oleh Bhabinkamtibmas Gedongkiwo Aiptu Arief
Rodhi, pengurus Kaltana, serta puluhan warga setempat.
Pengecekan rutin ini
dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan EWS berfungsi dengan baik, mulai
dari suara sirine, baterai, hingga panel surya. Selain memeriksa teknis alat,
simulasi ini juga menjadi wadah edukasi langsung agar warga paham arti bunyi
sirine dan tahu ke mana harus menyelamatkan diri jika air sungai sewaktu-waktu
meluap.
Dalam simulasi tersebut,
petugas BPBD menjelaskan tiga tingkatan bunyi sirine EWS. Pertama adalah Status
Waspada (sirine bunyi 6 kali berjeda), di mana warga diminta tetap tenang dan
mulai mengawasi debit air. Kedua, Status Siaga (sirine nada cepat 4 kali), yang
artinya warga harus siap-siap, mematikan listrik, dan mengamankan berkas
penting. Terakhir, Status Awas (sirine bunyi panjang tanpa putus), yang menandakan
warga wajib segera mengungsi ke tempat aman.
Bhabinkamtibmas Kelurahan
Gedongkiwo, Aiptu Arief Rodhi, mengingatkan perlunya kerja sama antara warga
dan petugas saat bencana terjadi. Ia mengimbau masyarakat untuk memahami setiap
sinyal peringatan agar tidak panik saat ada kondisi darurat. Pihak kepolisian
Polsek Mantrijeron siap selalu bersinergi dengan BPBD demi menjaga keselamatan
warga.
Seluruh rangkaian uji coba
alat dan simulasi peringatan dini banjir di wilayah Suryowijayan ini berjalan
dengan lancar, aman, dan tertib hingga selesai. Warga pun kini lebih paham
langkah-langkah yang harus dilakukan jika terjadi bahaya banjir di lingkungan
mereka. (Humas Polsek Mantrijeron)


No comments:
Write comment