Yogyakarta - Terbangun
beberapa menit sebelum alarm berbunyi merupakan hal yang cukup umum dan tidak
selalu menandakan adanya gangguan tidur. Polresta Yogyakarta mengajak
masyarakat untuk memperhatikan kualitas istirahat agar tubuh tetap sehat,
konsentrasi terjaga, dan aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan aman.
Ahli neurologi Chris Winter
menjelaskan bahwa kebiasaan terbangun sebelum alarm dapat berkaitan dengan
ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Seseorang yang memiliki jadwal tidur teratur dapat terbiasa terbangun secara
alami pada waktu yang hampir sama setiap hari.
Meski demikian, masyarakat
perlu memperhatikan apabila sering terbangun terlalu dini, sulit tidur kembali,
atau merasa lelah dan mengantuk pada siang hari. Jika kondisi tersebut terjadi
berulang kali hingga mengganggu aktivitas, hal itu dapat berkaitan dengan
gangguan tidur, termasuk insomnia, sehingga perlu mendapat perhatian lebih
lanjut.
Untuk menjaga kualitas
tidur, masyarakat dianjurkan membiasakan waktu tidur dan bangun yang teratur,
membatasi penggunaan gawai menjelang tidur, menghindari konsumsi kafein pada
sore atau malam hari, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman. Apabila
gangguan tidur berlangsung terus-menerus, konsultasikan dengan tenaga kesehatan
untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Polresta Yogyakarta juga
mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kebutuhan istirahat, terutama
sebelum berkendara atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi
tinggi. Kurang tidur dapat menurunkan kewaspadaan dan memperlambat respons
terhadap situasi di sekitar, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Istirahat yang cukup
membantu menjaga kesehatan dan keselamatan. Kenali pola tidur, jaga kualitas
istirahat, dan jangan memaksakan diri beraktivitas ketika tubuh masih lelah
atau mengantuk. (Magang)


No comments:
Write comment