Pakualaman, Kota Yogyakarta
- Dalam upaya memperkuat deteksi dini, kewaspadaan masyarakat, serta mitigasi
potensi konflik sosial di wilayah perkotaan, Kasihumas Polsek Pakualaman Aiptu
Moch. Sukadi mewakili Kapolsek Pakualaman menghadiri agenda Forum Kewaspadaan
Dini dan Riset Keamanan yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Keamanan dan
Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Badan
Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Yogyakarta serta Kemantren
Pakualaman, Rabu (21/10/2026) siang.
Kegiatan yang berlangsung
mulai pukul 13.00 WIB di Pendopo Kemantren Pakualaman, Kota Yogyakarta ini
dipimpin langsung oleh Penanggung Jawab Program Prof. Dr. Dafri Agussalim, M.A.
selaku Kepala PSKP UGM, serta diikuti sekitar 25 peserta yang mewakili ragam
elemen strategis masyarakat.
Hadir dalam forum lintas
sektor tersebut antara lain Mantri Pamong Praja Kemantren Pakualaman,
perwakilan Kesbangpol Kota Yogyakarta, Lurah Purwokinanti, Lurah Gunungketur,
perwakilan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran Kebangsaan
(FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Tim Penanganan Konflik Sosial
(TPKS), Tim Kewaspadaan Dini Pemerintah Daerah (TKDPD), Tim P4GN, admin Sisda
Siscam, unsur pendidik/guru, tokoh pemuda, tokoh perempuan, perwakilan
mahasiswa daerah, pedagang kaki lima (PKL), pelaku usaha industri rumah tangga,
hingga perwakilan komunitas disabilitas.
Rangkaian acara diawali
dengan sambutan Kepala Jawatan Keamanan Kemantren Pakualaman Suranto Waluyo.
Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antar pemangku
kepentingan di Pakualaman untuk meredam dan menyelesaikan setiap permasalahan
yang berkembang di tengah warga secara dini sebelum menjadi gangguan Kamtibmas
yang lebih besar.
Perwakilan Peneliti PSKP
UGM, Eri Kaunan, dalam pemaparannya menguraikan bahwa forum ini bertujuan
mendorong penguatan deteksi dini terhadap berbagai isu kewilayahan, seperti
dinamika politik Pemilu, isu sosial kemasyarakatan, hingga kerawanan pengolahan
sampah ilegal yang berpotensi memicu gesekan antarwarga. Oleh karena itu,
penguatan kolaborasi Tiga Pilar, FKDM, serta partisipasi aktif warga sangat
krusial untuk menjaga kondusivitas Pakualaman.
Sementara itu, perwakilan
tim peneliti PSKP UGM lainnya, Sekar, menjelaskan tiga fokus utama program PSKP
UGM 2026, yaitu penelitian kritis terhadap isu strategis (polarisasi sosial dan
ketahanan siber), aksi keterlibatan konkret melalui mediasi dan pelatihan
resolusi konflik, serta publikasi hasil riset sebagai edukasi publik.
Mewakili Kapolsek
Pakualaman, Kasihumas Aiptu Moch. Sukadi menegaskan apresiasi Kepolisian atas
kolaborasi akademisi, pemerintah daerah, dan warga dalam merawat perdamaian di
wilayah hukum Pakualaman.
"Kolaborasi antara PSKP
UGM, Kesbangpol, Kemantren, dan Polsek Pakualaman ini merupakan langkah nyata
dalam membangun sistem early warning (peringatan dini) di masyarakat. Kunci
utama pemeliharaan Kamtibmas yang kondusif adalah keterbukaan komunikasi dan
kecepatan deteksi dini. Melalui forum ini, seluruh stakeholder bersama elemen
warga dapat saling bergandengan tangan mengidentifikasi potensi masalah,
mendiskusikan solusi damai, serta mencegah timbulnya konflik sosial di
lingkungan masing-masing," tutur Aiptu Moch. Sukadi.
Seluruh rangkaian kegiatan
riset dan forum kewaspadaan dini masyarakat oleh PSKP UGM bersama Kesbangpol di
Kemantren Pakualaman berlangsung dengan tertib, lancar, dan kondusif. (Humas
Polsek Pakualaman)


No comments:
Write comment