Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Program Kapolri Peduli Lingkungan, Polresta Yogyakarta Tanam Sebanyak 670 Pohon





Yogyakarta- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggagas program Polri Peduli Lingkungan sebagai upaya mencegah kembali terjadi bencana banjir dan longsor sesuai dengan program Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si. di awal tahun 2020.

Pasalnya salah satu penyebab bencana banjir dan longsor karena hutan gundulm dan lahan tidur yang tidak produktif.

Menyikapi hal tersebut, jajaran personel Polresta Yogyakarta dipimpin oleh Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini, S.IK. melakukan aksi menanam pohon secara bersama-sama sebelum melaksanakan olahraga pagi pada Jumat (10/1/2020) di Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Polresta Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta melakukan penanaman pohon di kawasan Stadion Mandala Krida sesuai dengan arahan dari DLH Kota Yogyakarta. Bersama jajaran Polresta Yogyakarta, Kapolresta Yogyakarta menanam pohon jenis akasia sebanyak 3 pohon yang ditanam di sebelah selatan Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Sebelumnya Polresta Yogyakarta dan Polsek jajaran juga telah menanam pohon sebanyak 670 pohon dengan berbagai macam jenis pohon baik di lingkungan Polresta Yogyakarta maupun di lingkungan Polsek masing-masing.

Dalam gerakan penanaman pohon oleh anggota Polri ini dilakukan secara nasional, dimulai dari tingkat Polsek hingga Mabes Polri, dari lingkungan kantor, asrama Polri hingga di lahan-lahan tidak produktif milik Polri, pemerintah maupun warga lainnya.

Kapolresta Yogyakarta melalui Kasubbaghumas AKP Sartono menyampaikan melalui program penanaman pohon ini merupakan upaya Polri dalam meningkatkan kewaspadaan sebagai bentuk antisipasi terhadap bencana alam mengingat musim hujan masih berlangsung.

"Pohon yang ditanam dipilih khusus agar bisa memberikan manfaat jangka panjang karena mampu memproduksi oksigen dalam jumlah besar dan membantu dalam antisipasi bencana banjir dan longsor serta memproduksi beragam buah untuk dimanfaatkan" jelas AKP Sartono.