Aula Lantai 3 Polresta
Yogyakarta menjadi pusat pelatihan intensif bagi puluhan anggota Satuan
Pengamanan (Satpam) dari berbagai sektor di Kota Yogyakarta, Kamis (6/2/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada simulasi keadaan darurat serta penguatan kapasitas
personel dalam menjaga keamanan swakarsa di lingkungan kerja masing-masing.
Peserta yang hadir merupakan
perwakilan dari sektor perbankan, rumah sakit, perkantoran, hingga perusahaan
swasta. Pelatihan ini dipimpin langsung oleh Kasatbinmas Polresta Yogyakarta,
Kompol Ani Sulistyarini, S.Kom., M.H.Li., dengan menggandeng tim ahli dari BPBD
Kota Yogyakarta sebagai pemateri.
Sesi pertama diisi oleh Drs.
Aris Yulianto yang mengupas tuntas mengenai mitigasi bencana dan manajemen
risiko. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa Satpam adalah garda terdepan yang
bersentuhan langsung dengan situasi di lapangan. Oleh karena itu, kesiapan
fisik dan mental personel sangat menentukan dalam meminimalkan dampak buruk
saat terjadi bencana atau situasi darurat sejak dini.
Memasuki materi teknis,
Arianto Wibowo, S.Pd., membekali peserta dengan pengetahuan mendalam seputar
penanganan kebakaran skala kecil. Para Satpam diajarkan mengenali klasifikasi
api serta penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara efektif. Salah satu
poin utamanya adalah penguasaan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) agar
proses pemadaman berjalan aman dan akurat.
Agar pemahaman tidak
berhenti pada teori, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi dan praktik
pemadaman api. Para peserta secara bergantian mempraktikkan langkah-langkah
pemadaman serta prosedur mengarahkan massa saat evakuasi secara tenang dan terukur.
"Satpam merupakan mitra
utama Polri yang berada di garis terdepan. Melalui latihan ini, kami berharap
para personel tidak panik dan mampu bertindak cepat saat menghadapi keadaan
darurat, sehingga kerugian dapat ditekan seminimal mungkin," tegas Kompol
Ani Sulistyarini dalam sambutannya.
Langkah pembinaan ini
diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan aman.
Dengan personel yang responsif, setiap potensi bahaya di area publik maupun
perkantoran dapat terdeteksi dan tertangani secara mandiri sebelum bantuan
lebih lanjut tiba di lokasi. (Humas Polresta Yogyakarta)


No comments:
Write comment