Gondomanan, Yogyakarta -
Wakapolresta Yogyakarta AKBP Robertus Kokok S., S.H., M.H., didampingi Kabag
Ops Kompol Sumanto serta Kapolsek Gondomanan AKP Basungkawa, S.H., M.H.,
memimpin langsung pengamanan kegiatan Karnaval Budaya, Pentas Seni, dan
Deklarasi Damai yang digelar oleh Forum Jogja Damai di sepanjang rute Teteg
Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Kamis, (29/4/26).
Kegiatan bertema “Jaga Jogja
Dengan Cinta” ini dilaksanakan sebagai upaya cipta kondisi dalam rangka
mengantisipasi potensi unjuk rasa anarkis menjelang peringatan Hari Buruh (May
Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026. Sebanyak kurang lebih
500 peserta dari berbagai elemen masyarakat turut ambil bagian dalam kegiatan
tersebut.
Pengamanan melibatkan
personel gabungan dari Polresta Yogyakarta, jajaran Polsek, serta instansi
terkait, yang ditempatkan di sepanjang kawasan Malioboro hingga Titik Nol
Kilometer guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Kegiatan diawali dengan
kirab budaya dari Teteg Malioboro menuju Titik Nol Kilometer, disertai orasi
damai, pembagian bunga kepada masyarakat, serta penampilan seni budaya di
beberapa titik strategis. Puncak acara berlangsung di kawasan Titik Nol
Kilometer dengan rangkaian sambutan, pertunjukan seni seperti angklung, reog,
orkestra biola, hingga deklarasi damai oleh seluruh peserta.
Dalam deklarasinya, Forum
Jogja Damai menegaskan tiga komitmen utama, yakni menolak aksi unjuk rasa
anarkis, mendukung penyampaian aspirasi secara damai sesuai aturan, serta siap
menjaga kondusivitas kamtibmas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini juga dihadiri
oleh Wali Kota Yogyakarta, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), Kasdim
0734/Kota Yogyakarta Letkol Inf Roni Hermawan, serta sejumlah tokoh masyarakat
dan pimpinan komunitas.
Kapolsek Gondomanan AKP
Basungkawa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah pre-emptive atau
pencegahan dini melalui pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan
wilayah.
“Melalui kegiatan budaya
ini, kita mengedepankan pendekatan persuasif untuk membangun opini positif di
ruang publik. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam jumlah besar menjadi
bentuk nyata bahwa Jogja menolak segala bentuk tindakan anarkisme,” ungkapnya.
Secara taktis, kegiatan ini
juga menjadi bentuk penguasaan ruang publik secara positif di kawasan strategis
Malioboro. Dengan keterlibatan berbagai komunitas, paguyuban, dan organisasi
masyarakat, tercipta kekuatan sosial yang mampu menjadi penyeimbang terhadap
potensi gangguan kamtibmas.
Selain itu, momentum pelaksanaan
yang berdekatan dengan May Day dan Hardiknas dinilai sebagai langkah strategis
dalam memberikan pesan kuat bahwa masyarakat Yogyakarta siap menjaga kondusivitas
wilayah secara bersama-sama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman,
tertib, dan lancar. (Humas Polsek Gandomanan)


No comments:
Write comment