Wakapolresta Yogyakarta Ajak Anggota Tingkatkan Budaya Sopan Santun dan Tumbuhkan Jiwa Kebangsaan

Menurunnya budaya sopan santun dan jiwa nasionalisme menjadi perhatian seluruh pihak. Hal tersebut secara tidak langsung menyebabkan terjadinya penurunan degradasi mental yang berimbas pada terjadinya tindak kriminal dan kenakalan remaja dan pelajar seperti tawuran. 



Sikap saling menghormati dan sopan santun harus selalu ditumbuhkan dan dijaga. Wakapolresta Yogyakarta , AKBP Mujiyono,S.Ik menuturkan agar anggota selalu membiasakan diri dengan budaya yang baik dari lingkungan tekecil, yaitu keluarga. 

Wakapolresta menambahkan, terjadinya segala bentuk tindakan gangguan kamtibmas juga berawal dari bagaimana budaya terbentuk dari lingkungan keluarga.

Sebagai anggota Polri sekaligus menjadi orang tua, berkewajiban selalu mengingatkan kepada anak-anaknya agar memiliki jiwa sopan, saling menghormati, serta menumbuhkan sikap nasionalisme. 

AKBP Mujiyono juga mengingatkan untuk kegiatan  pemasangan bendera merah putih dalam rangka peringatan HUT RI ke 72. Pemasangan bendera ini bukan hanya sebuah kegiatan formalitas, namun juga ada esensi yang lebih penting dan sakral yaitu tumbuhnya jiwa nasionalisme dan semangat kebangsaan  dengan semangat merah putih.  

"Setiap anggota Polri memiliki peran ganda, sebagai aparatur pemerintah yang harus berperan memberikan contoh positif dalam berbangsa, dan sebagai warga masyarakat yang baik yang peduli sosial" imbuh wakapolresta pada apel yang diikuti seluruh anggota pada Senin (7/8) pagi ini.

Dua peran ini harus bisa dimainkan dengan baik dan sesuai porsinya. Sebagai warga yang baik, setiap anggota Polri harus bisa ikut berpatisipasi dalam  menyemarakkan peringatan HUT RI. 

Sebagai penutup Wakapolresta menekankan bahwa sikap kebangsaan sejalan dengan program gerakan revolusi mental yaitu mandiri secara politik, mandiri secara budaya dan mandiri secara ekonomi. 




                        

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel