Iptu Suratno Pimpin Upacara Bendera Di SMK Marsudiluhur


Ada suasana berbeda dari kegiatan rutin upacara bendera di smk Marsudiluhur. Tampak seorang polisi berpangkat perwira berdiri di podium untuk memimpin jalannya upacara yang seluruh siswa mengenakan seragam pramukan. Adalah Kanit Binmas Polsek Mergangsan Yogyakarta, Iptu Suratno ,yang berkenan menjadi inspektur upacara pada hari ini Senin (14/8) dan bertepatan dengan hari Pramukan. Kegiatan ini merupakan sebuah wujud sinergitas Polri dan dunia pendidikan di Yogyakarta.

Dalam upacara yang diikuti ratusan peserta dari siswa dan unsur pendidik ini, Iptu Suratno memberikan beberapa arahan dalam amanatnya. Sebagai pembuka, Iptu Suratno menyampaikan selamat hari pramuka dan ungkapan terima kasih kepada pihak sekolah, karena sudah diberikan kesempatan untuk memimpin upacara. Selanjutnya, beliau menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan perkembangan situasi kamtibmas yang ada hubungannya dengan pelajar. Beberapa kejadian kenakalan dan tindak pidana yang melibatkan anak anak pelajar menjadi keprihatinan bagi semua pihak. 

"Pengalaman itu adalah guru terbaik, namun jangan sampai kita terjatuh di lubang yang sama untuk kedua kali" sebuah pepatah yang diungkapkannya sebagai sebuah gambaran untuk semua bisa berbenah dan belajar dari pengalaman. Diharapkan, para siswa benar benar mengerti dan memahami tentang efek dan konsekuensi dari kenakalan yang dimaksud. Kemudian, Iptu Suratno juga memaparkan tentang bahaya penggunaan narkoba dan konsumsi miras. " Jauhi dan jangan pernah dekati barang haram bernama Narkoba!" imbuh Iptu Suratno. Narkoba dan miras, adalah awal dari penyebab segala hal negatif yang terjadi. Banyak kejadian dari tindak pidana, dimana pelaku mengkonsumsi barang haram tersebut sebelumnya. Tak sedikit juga, korban yang meninggal dunia karena Overdosis. 

Sebagai penutup, Iptu Suratno mengajak kepada seluruh peserta uoacara untuk meningkatkan iman ketaqwaan masing masing dan selalu menaati semua peraturan yang ada. "Peraturan dibuat untuk ditaati, bukan untuk dilanggar " sebuah kalimat yang disampaikan sebelum mengakhiri amanatnya. Upacara pun berakhir dalam keadaan aman dan tertib.