Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020, Polresta Yogyakarta Terjunkan 191.8017 Personel Gabungan


Yogyakarta- Dalam menyambut perayaan natal dan tahun baru 2020 jajaran Kepolisian Resor Kota Yogyakarta menyiagakan sebanyak 191.807 personel gabungan untuk memberikan rasa aman dan nyaman hingga awal tahun mendatang.

Operasi Kepolisian dengan sandi Ops Lilin Progo 2019, Polresta Yogyakarta menggelar apel gelar pasukan yang dilaksanakan di lapangan parkir Amongrogo pada Jumat (20/12/2019).

Dalam kesempatan tersebut bertindak sebagai Inspektur Upacara yakni Walikota Yogyakarta Drs. H Haryadi Suyuti didampingi oleh Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini, S.IK, Dandim 0734 Kota Yogyakarta Kolonel Arh Zainudin, SH, M.Hum, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Yogyakarta Umbulage Woleka, SH. Adapun sebagai Komandan Upacara AKP Hatta Azhar, SH dengan diikuti personel gabungan dari Polresta Yogyakarta dan stakeholder terkait.

Apel gelar pasukan yang diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personil dan peralatan pengamanan soliditas para pemangku kepentingan yang dilibatkan serta menumbuhkan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat dalam merayakan hari raya Natal 2019 dan tahun baru 2020.

Operasi lilin tahun 2019 merupakan operasi kepolisian terpusat yang akan dilaksanakan selama 10 hari Mulai hari Senin tanggal 23 Desember 2019 sampai dengan hari Rabu tanggal 1 Januari 2020. Fokus pengamanan adalah 61.308 objek di seluruh Indonesia baik Kerja tempat wisata pusat perbelanjaan objek perayaan tahun baru Terminal Pelabuhan stasiun KA dan bandara.

Dalam pelaksanaannya operasi ini akan melibatkan 191.807 personil pengamanan gabungan yang terdiri atas 121.358 personel Polri 17.190 personel TNI serta 55.259 personil yang berasal dari instansi terkait antara lain Satpol PP Dinas Perhubungan Dinas Kesehatan Pramuka pemadam kebakaran limas dan instansi lainnya.

Kekuatan personil tersebut akan ditempatkan pada 1.792 titik pos pengamanan 745 titik pos pelayanan dan 45 detik pos terpadu. Strategi yang diterapkan dalam operasi ini adalah mengedepankan tindakan pre-emtif dan preventif dengan didukung kegiatan intelijen berupa deteksi dini dan deteksi Aksi serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

Walikota Yogyakarta Drs. H Haryadi Suyuti menyebutkan berdasarkan prediksi intelijen terdapat 12 potensi kerawanan yang harus kita antisipasi yaitu aksi terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan lalu lintas, kecelakaan transportasi, sweeping ormas, aksi penolakan peribadatan, kenaikan harga sembako, konflik sosial dan tawuran bencana alam konvoi dan balap liar kebakaran akibat petasan dan peserta narkoba ataupun minuman keras.

"Berkaitan dengan hal tersebut seluruh kasatwil harus dapat bersinergi dengan stakeholder terkait untuk menentukan langkah antisipasi dan proaktif dan menerapkan strategi yang tepat guna mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada sesuai dengan karakteristik kerawanan masing-masing daerah." jelasnya.

Di akhir amanatnya Walikota Yogyakarta mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh personil dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam operasi lilin tahun 2019 teriring doa semoga tugas dan yang saudara tunjukkan dalam pelaksanaan operasi ini menjadi catatan amal ibadah di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Pages