Kapolsek Kraton AKP Denis Efendi, S.H. memimpin
pengawalan dan pengamanan upacara adat Labuhan bertajuk Hajad Dalem Tingalan
Jumenengan Dalem yang diselenggarakan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Senin
(19/1/2026). Upacara sakral tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan
Jumenengan Dalem ke-38 Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Pengawalan dilakukan guna memastikan kelancaran dan
keamanan prosesi sepanjang rute Keben – Ratawijayan – Alun-Alun Utara – Ibu
Ruswo – Jalan Brigjen Katamso – Jalan Parangtritis hingga Kapanewon Kretek,
Kabupaten Bantul.
Rangkaian upacara diawali dengan prosesi serah terima
ubarampe yang dilaksanakan di Kantor Kapanewon Kretek. Ubarampe diserahkan oleh
KRT Kusumo Negoro selaku utusan Dalem kepada Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.
Prosesi tersebut menandai dimulainya rangkaian Labuhan di wilayah pesisir
selatan.
Selanjutnya, ubarampe dibawa menuju Cepuri Parangkusumo.
Di lokasi tersebut, abdi dalem dan juru kunci memanjatkan doa sebagai wujud
permohonan keselamatan, ketenteraman, serta keberkahan bagi Keraton,
masyarakat, dan negara. Setelah itu, ubarampe kembali didoakan di bibir Pantai
Parangkusumo sebelum akhirnya dilabuh ke Samudra Hindia.
Upacara Labuhan merupakan bagian dari filosofi sangkan
paraning dumadi yang mengajarkan tentang asal-usul dan tujuan hidup manusia.
Budaya Jawa menekankan nilai keselarasan, harmoni, serta keselamatan. Oleh
karena itu, generasi muda diharapkan dapat memahami dan melestarikan warisan
budaya tersebut.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Ratusan warga dari
berbagai daerah memadati kawasan Parangkusumo untuk menyaksikan jalannya
prosesi. Bahkan, sejumlah wisatawan mancanegara turut hadir mengikuti rangkaian
upacara adat tersebut.
Kapolsek Kraton AKP Denis Efendi, S.H., menyampaikan
bahwa pengawalan dan pengamanan upacara adat Labuhan merupakan bentuk dukungan
Polri terhadap pelestarian budaya sekaligus pelayanan kepada masyarakat.
“Pengamanan kami laksanakan secara menyeluruh, baik di
sepanjang jalur prosesi maupun di lokasi pelaksanaan Labuhan, agar seluruh
rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Tradisi luhur ini
merupakan warisan budaya yang harus kita jaga bersama,” ujar AKP Denis Efendi.
Upacara Labuhan Tingalan Jumenengan Dalem tidak hanya
dilaksanakan di Pantai Parangkusumo, Bantul, tetapi juga di sejumlah titik
sakral lainnya, yakni Gunung Merapi dan Gunung Lawu. Khusus tahun ini, karena
bertepatan dengan Tahun Dal dalam penanggalan Jawa, rangkaian Labuhan
dilengkapi dengan pelaksanaan upacara di Dlepih, Wonogiri, yang dipercaya
sebagai tempat Pangeran Mangkubumi menerima wahyu. (Humas Polsek Kraton)


No comments:
Write comment