Pakualaman, Yogyakarta - Polresta
Yogyakarta menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal dan mengamankan jalannya
agenda internasional Indonesia Walk For Peace (IWFP) 2026. Langkah ini
menindaklanjuti hasil rapat koordinasi teknis yang digelar oleh unsur TNI,
Polri, pemerintah daerah, dan panitia penyelenggara terkait rencana perjalanan
spiritual "Thudong" atau aksi jalan kaki para Bhikkhu yang
dijadwalkan melintasi wilayah Kota Yogyakarta pada tanggal 25 hingga 27 Mei
2026 mendatang.
Rangkaian kegiatan keagamaan
yang bernilai toleransi tinggi ini akan diikuti oleh sekira 50 hingga 58 Bhikkhu
dari berbagai negara di Asia Tenggara. Perjalanan spiritual ini dimulai dari
kedatangan rombongan biksu dari arah Klaten menuju Yogyakarta, yang kemudian
dijadwalkan menerima penyambutan resmi di Pendopo Kepatihan. Selama tiga hari
berada di Yogyakarta, para Bhikkhu akan berpusat di Gedung HOO HAP HWEE /
Perkumpulan Budi Abadi, Kelurahan Gunungketur, Pakualaman, yang telah
ditetapkan sebagai rumah singgah utama untuk menggelar ibadah meditasi, prosesi
ritual Pindapatta di kawasan Malioboro, hingga upacara seremonial pelepasan
kontingen menuju Sleman dan Magelang.
Mengingat tingginya
konsentrasi massa serta kehadiran sejumlah pejabat teras daerah, pihak
kepolisian bersama instansi terkait akan memberlakukan pengamanan ketat serta
rekayasa lalu lintas yang dinamis. Penutupan jalur secara total akan diterapkan
secara situasional di beberapa titik krusial, salah satunya di kawasan Jalan
Bintaran Wetan pada saat prosesi penyambutan, demi menjaga kekhusyukan ritual
sekaligus menjamin keselamatan para peserta dan pengguna jalan.
Kapolsek Pakualaman, AKP
Margono, S.H., M.A.P., mewakili Kapolresta Yogyakarta menyampaikan bahwa
Polresta Yogyakarta bersama unsur TNI, pemerintah daerah, serta instansi
terkait telah matang dalam menyusun klaster pengamanan di wilayah hukum Kota
Yogyakarta, khususnya pada rute-rute yang membelah kawasan Pakualaman. Seluruh
personel gabungan dipastikan akan ditempatkan sesuai dengan plotting zona
pengamanan yang telah disepakati bersama guna mengantisipasi segala bentuk
potensi hambatan di lapangan.
Fokus utama kepolisian dalam
operasi ini adalah memastikan kelancaran seluruh arus kegiatan, menjamin
keselamatan fisik para Bhikkhu, serta tetap menjaga kenyamanan dan ruang gerak
masyarakat yang beraktivitas di sekitar rute perlintasan. AKP Margono
menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas yang presisi serta komunikasi lintas
sektor yang solid menjadi kunci utama agar tidak terjadi sumbatan arus
kendaraan yang berarti selama perhelatan berlangsung.
Lebih lanjut, Kapolsek
Pakualaman menekankan bahwa kegiatan berskala internasional ini menjadi
momentum emas untuk menunjukkan kepada dunia luar mengenai kuatnya sinergi
antarinstitusi serta tingginya nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama
di Kota Yogyakarta. Melalui manajemen koordinasi yang matang, diharapkan seluruh
rangkaian ritual Thudong IWFP 2026 dapat terlaksana dengan aman, tertib,
lancar, dan kondusif tanpa mengganggu jalannya roda aktivitas harian
masyarakat. (Humas Polsek Pakualaman)


No comments:
Write comment