Sehubungan dengan terjadinya
cuaca ekstrem disertai hujan lebat dan angin kencang yang mengakibatkan
sejumlah kejadian pohon tumbang di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),
Polresta Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan
kepedulian terhadap keselamatan diri maupun lingkungan sekitar.
Imbauan ini sejalan dengan
langkah Pemerintah Kota Yogyakarta yang telah menetapkan Status Siaga Darurat
Bencana Banjir, Talud Longsor, dan Cuaca Ekstrem melalui Keputusan Wali Kota
Yogyakarta Nomor 455 Tahun 2025.
Kasi Humas Polresta
Yogyakarta, Iptu Gandung Harjunadi, S.H., mengatakan bahwa kondisi cuaca dengan
curah hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang berpotensi
menimbulkan berbagai dampak, seperti banjir, genangan air, pohon tumbang,
hingga longsor di sejumlah wilayah Kota Yogyakarta.
“Kami mengimbau masyarakat
agar selalu waspada, terutama saat hujan deras dan angin kencang. Hindari
berteduh di bawah pohon besar, baliho, maupun reklame yang berpotensi roboh dan
membahayakan keselamatan,” ujar Iptu Gandung.
Selain itu, Polresta
Yogyakarta juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan
banjir dengan menjaga kebersihan lingkungan. Langkah antisipatif dapat dimulai
dari hal-hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, rutin
membersihkan saluran air, serta memangkas atau menebang pohon yang sudah lapuk
dan berpotensi tumbang.
Berdasarkan data Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, kejadian yang kerap
dilaporkan selama cuaca ekstrem meliputi pohon tumbang akibat angin kencang
serta genangan air di beberapa titik rawan. Sejumlah ruas jalan protokol dan
kawasan wisata juga masuk dalam kategori rawan saat hujan lebat.
Iptu Gandung menambahkan,
masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi yang dikeluarkan oleh
BMKG, BPBD, dan Pusdalop, serta segera melaporkan potensi bahaya seperti pohon
rawan tumbang, talud longsor, maupun saluran drainase yang tersumbat kepada
pihak terkait atau melalui layanan darurat yang tersedia. (Magang)


No comments:
Write comment