Bhabinkamtibmas Kelurahan
Keparakan, Aiptu Pitaya, bersama Babinsa, Linmas, dan Jaga Warga melakukan
pengawalan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Budi Santoso
di RT 36 RW 08 Keparakan Lor, Minggu (8/2/2026). Pengawalan ini dilakukan untuk
memastikan bantuan sosial dari Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS berjalan
lancar, aman, dan tepat sasaran.
Kegiatan tersebut dihadiri
langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, bersama unsur Forkopimda dan
perangkat wilayah, sebagai bagian dari program peningkatan kualitas hunian
warga kurang mampu di Kota Yogyakarta.
Rumah milik Budi Santoso
sebelumnya diketahui berada dalam kondisi memprihatinkan, dengan atap berlubang
yang kerap mengalami rembesan air saat hujan serta lantai rumah yang belum
dikeramik. Untuk mempercepat proses perbaikan, bantuan diberikan melalui
kolaborasi lintas sektoral dengan rincian: BAZNAS Kota Yogyakarta sebesar Rp20
juta, bantuan pribadi Wali Kota Yogyakarta sebesar Rp2,5 juta, serta dukungan
dari Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, dan PDAM, masing-masing sebesar Rp2,5
juta.
Wali Kota Yogyakarta Hasto
Wardoyo menegaskan bahwa pelibatan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
dalam program bedah rumah merupakan wujud nyata semangat gotong royong yang
terus didorong oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Walaupun tidak besar,
setidaknya bantuan ini dapat membantu sedikit demi sedikit agar hunian warga
menjadi lebih sehat dan layak,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut,
Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk mendukung program Presiden RI Prabowo
Subianto melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik rumah warga, tetapi juga
mendorong aksi bersih-bersih lingkungan, mulai dari jalan, trotoar, drainase,
hingga ruang publik, demi mewujudkan Kota Yogyakarta yang semakin bersih dan
sehat.
Sementara itu, Budi Santoso
menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.
“Harapan saya sederhana,
supaya istri dan cucu bisa tinggal di rumah yang layak, tidak rembes lagi, dan
bangunannya lebih tinggi. Selama ini saya terpaksa menumpang di rumah saudara,”
ungkapnya.
Bhabinkamtibmas Kelurahan
Keparakan, Aiptu Pitaya, menegaskan bahwa kehadiran unsur TNI-Polri bersama
perangkat wilayah merupakan bentuk dukungan moril sekaligus upaya menjaga
ketertiban selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami hadir untuk memastikan
kegiatan kemanusiaan ini berjalan aman tanpa kendala. Sinergi antara
pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam program bedah rumah ini menjadi kunci
agar warga segera mendapatkan hunian yang layak. Kami akan terus memantau
prosesnya hingga selesai,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan
berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kekeluargaan. Situasi
selama kegiatan terpantau aman, tertib, dan kondusif. (Humas Polsek Mergangsan)


No comments:
Write comment