Kapolresta Yogyakarta Jadi Narasumber Pencegahan Klitih Dalam Tahapan TMMD Sengkuyung


Wirobrajan- Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini, S.IK bertindak sebagai narasumber  dalam acara Pencegahan dan penanggulangan Klitih di wilayah Kota Yogyakarta yang digelar di Gedung Serbaguna Kelurahan Patangpuluhan, Senin (05/11/2018).

Kegiatan tersebut merupakan serangkaian dari tahapan TMMD Sengkuyung Non Fisik Kodim 0734/YK yang dihadiri oleh segenap unsur Forkopimka Kecamatan Wirobrajan dan 30 peserta.

Dalam kesempatan tersebut Kapolresta Yogyakarta menyampaikan situasi kamtibmas di wilayah Kota Yogyakarta.

Secara umum situasi kamtibmas di Kota Yogyakarta saat ini aman dan kondusif namun dengan aneka ragam dan latar belakang masyarakat timbul kejahatan-kejahatan sperti curanmor, klitih, tawuran dan tindakan yang melawan hukum.

Fenomena lokal yang sangat meresahkan warga saat ini yakni kenakalan remaja usia sekolah dan di Yogyakarta diistilahkan dengan klitih.

Klitih merupakan sebuah mempunyai arti sebagai sebuah kegiatan keluar rumah di malam hari tanpa tujuan atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Keluyuran.

Beberapa contoh klitih yakni pada tahun 2016 kasus klitih dengan motif tersangka mempunyai kelainan mental dengan menganiaya perempuan dengan menggunakan silet.

Motif yang kedua yakni motif teror. Seperti yang terjadi pada waktu lalu ada rombongan anak-anak berpapasan dengan beberapa orang dan dikejar serta rumah dan kendaraan dirusak.

Kemudian dengan motif ekonomi dengan aksi perampasan secara paksa.

Motif balas dendam merupkan motif yang sangat meresahkan yakni tersangka salah sasaran seperti beberapa waktu lalu saat bulan Ramadhan ada pembacokan yang terjadi di jalan C. Simanjuntak. Selain itu ada juga motif pemerasan dengan ancaman.

Penyebab klitih dari hasil wawancara pelaku yakni disfungsi keluarga, konsep diri buruk,  kematangan sosial emosi rendah, prestasi belajar rendah,  ditolak peer/teman sejawat dan komitmen tinggi dengan kelompok menyimpang.

Solusi penanganan klitih sendiri dapat diatasi dengan melakukan sinergitas terhadap lembaga sosial dasar meliputi lembaga keluarga, lembaga pendidikan, lembaga ekonomi, lembaga agama dan lembaga pemerintah/politik.

"Untuk menghadapi persoalan ini kami dari Polisi kami melakukan pencegahan secara preemtif secara edukasi dengan bekerja sama dengan pihak sekolah, preventif setiap malam jajaran Polresta Yogyakarta pada jam dini hari melakukan patroli.  Yang terakhir dengan cara Represif. Tindakan yang terkait dengan penegakkan hukum diteruskan ke Pengadilan." tegas Kapolresta Yogyakarta.

Ia menambahkan, kami selalu siap jika mendapat laporan adanya kejadian kriminal, anggota Polsek terdekat dan Mapolresta Yogyakarta selalu siap 24 jam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel