Yogyakarta - Kasat Binmas Polresta Yogyakarta, Kompol Ani
Sulistyarini, S.Kom., M.H.Li., menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-4
Forum Komunikasi Perjuangan Rakyat Nusantara (FKPRN) Ksatria Garuda Nusantara
yang dirangkaikan dengan acara Syawalan 1447 H. Kegiatan yang berlangsung
khidmat di Bantaran Kali Code, Minggu (19/04/2026) ini mengusung tema krusial:
"Pencegahan Kenakalan Remaja Ekstrem di Jalanan karena Dampak Pengaruh
Geng."
Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto
Wardoyo, Ketua Umum FKPRN Krisna Triwanto, serta berbagai elemen masyarakat
yang peduli terhadap masa depan generasi muda di Kota Pelajar.
Dalam sambutannya, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo
menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama. Ia menegaskan bahwa
fenomena kenakalan remaja seringkali berakar dari pola asuh dan kondisi
psikologis di rumah. Hasto menyayangkan adanya tren peningkatan gangguan mental
ringan dan fenomena toxic people yang berkontribusi pada munculnya perilaku
anarkis di jalanan.
"Keluarga harus menjadi tempat yang nyaman, ayem,
dan tentram bagi anak-anak. Kita harus menekan angka perceraian dan memastikan
tidak ada eksploitasi terhadap hak-hak anak," tegas Wali Kota dalam
arahannya.
Ketua Umum FKPRN, Krisna Triwanto, menyatakan komitmen
organisasinya untuk terus bersinergi dengan aparat keamanan dan pemerintah
dalam menjaga persatuan serta mendorong kepedulian sosial, terutama dalam
memutus mata rantai pengaruh geng jalanan.
Mewakili Kapolresta Yogyakarta, Kompol Ani Sulistyarini
memberikan apresiasi atas inisiatif FKPRN yang mengangkat isu kenakalan remaja
ekstrem sebagai tema utama. Beliau menekankan bahwa penanganan masalah geng
jalanan tidak bisa hanya dilakukan melalui penegakan hukum (hilir), tetapi
harus diperkuat dari sisi pembinaan (hulu).
Kompol Ani Sulistyarini, S.Kom., M.H.Li. menyampaikan, "Polresta
Yogyakarta sangat mendukung gerakan berbasis komunitas seperti ini. Masalah
kenakalan remaja, khususnya yang terafiliasi dengan geng, adalah persoalan
kompleks yang memerlukan intervensi sosial. Kami mengajak orang tua untuk tidak
hanya menjadi penyedia fasilitas, tetapi hadir sebagai pendamping emosional.
Jangan sampai anak-anak kita mencari jati diri dan pengakuan di kelompok yang
salah hanya karena merasa asing di rumah sendiri. Melalui fungsi Binmas, kami
terus mengintensifkan sambang ke sekolah dan kampung untuk memberikan edukasi,
namun peran aktif masyarakat dan keluarga adalah kunci utama agar Yogyakarta
tetap aman dan berbudaya."
Selain isu remaja, kegiatan ini juga diisi dengan aksi
kepedulian lingkungan di bantaran sungai. Sinergi antara kebersihan fisik
lingkungan dan kesehatan mental masyarakat dinilai menjadi kombinasi efektif
untuk menekan angka kriminalitas dan perilaku menyimpang di Kota Yogyakarta.
Kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh
semangat kebersamaan. Acara ditutup dengan doa bersama dan komitmen seluruh
elemen yang hadir untuk menjadi pelopor keselamatan dan ketertiban di
lingkungan masing-masing. (Humas Polresta Yogyakarta)


No comments:
Write comment