Kapolda DIY Silaturahmi Dengan Tokoh Agama di Kota Yogyakarta


Kotagede- Kapolresta Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Tommy Wibisono, S.Ik mendampingi Kapolda DIY Brigjend Pol Drs. Ahmad Dofiri, M.Si bersilaturahmi dengan para tokoh agama Islam se-kota Yogyakarta, Rabu 21/02/2018. Silaturahmi digelar di PP Hidayatul Mubatadiin Kotagede itu bertujuan untuk menyampaikan hal hal terkait intoleransi yang akhir - akhir ini terjadi di Yogyakarta.

Pimpinan PP Hidayatul Mubatadiin Kotagede KH. Munir Syafaat mengatakan bahwa silaturahmi ini memanjangkan umur dan memudahkan rizki. Serta mendapat usia yang berkah dan rizki yang berkualitas. Selain itu, silaturahmi ini sangat bagus sekali antara Pemerintah dalam hal ini Polri dan para Ulama.

"Kami berharap silaturahmi ini dapat diteruskan dan dikembangkan lagi. Karena Yogyakarta ini merupakan barometer Indonesia. Jangan sampai daerah kita ini diterpa isu - isu yang berkembang sehingga dapat memperkeruh situasi yang sudah sejuk dan damai di jogja ini," ujar KH. Munir.

Sementara itu, Kapolda DIY menegaskan bahwa silaturahmi untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi bagi jajaran Kepolisian baik di tingkat pusat, maupun di kewilayahan. Sebagaimana yang dilakukan Kapolri Jend Pol Prof. HM. Tito Karnavian, M.A., Ph.D.. Kapolri sendiri pernah berpesan, agar Kepolisian harus dekat dan tetap menjaga silaturahmi dengan para Ulama. Sehingga dalam menghadapi tahun politik di 2018 dan 2019 ini Polri dan Ulama dapat bersinergi menciptakan situasi yang sejuk dan damai.

"Yogyakarta pada waktu lalu dikejutkan dengan peristiwa kejadian di Gereja St. Lidwina Bedog Gamping. Hal yang sangat mengagetkan untuk situasi kenyamanan di Yogyakarta. Dan itu menjadi berita nasional sekaligus viral di media Sosial. Ini mengagetkan kita semua ditengah kita membangun Yogyakarta sebagai miniatur Indonesia, serta sebagai City Of Tolerance," kata Kapolda DIY.

"Tapi Alhamdulillah, peristiwa itu tidak dikaitkan sampai dengan perselisihan antar umat beragama, saat ini perkembangan (kasus tersebut) sudah ditangani Densus 88. Tetapi Kondisi ini tidak menguntungkan jika berita tersebut liar di Media Sosial," sambungnya.

Kapolda berharap, dengan adanya kejadian tersebut warga masyarakat secara luas agar dapat menyikapi berita yang viral di Medsos sehingga bisa dicerna dengan pikiran yang jernih dan tidak boleh terhanyut dengan informasi yang belum tentu ada kebenarannya.

"Ini yang harus kita komunikasikan bersama. Kalau ada hal hal yang mencurigakan dan perlu penanganan, (terkait kejadian apapun), mari kita komunikasikan bersama. Semoga dengan forum ini kita dapat memecahkan permasalah jika ada peristiwa semacam itu," ujarnya.

Dalam kunjungan ini, Kapolda DIY didampingi pula oleh Dirintelkam Kombes Pol Nanang Djuni Mawanto, S.I.K., Dirreskrimum Kombes Pol. Dr. Hadi Utomo, S.H., M.Hum. dan Wadir Binmas AKBP Gunawan Prijambodo, S.I.K.

Sumber: IG @poldajogja