Pemerintah Kota
Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta meluncurkan program Safety
Tour sebagai upaya mengedukasi anak-anak usia dini tentang angkutan publik yang
berkeselamatan, khususnya bus, pada Jumat (13/2/2026). Program ini menjadi
pelengkap edukasi keselamatan berlalu lintas yang selama ini telah dilakukan di
Taman Edukasi Lalu Lintas. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan anak-anak
lebih mengenal angkutan umum serta menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas
sejak dini.
Giat Safety Tour
perdana diikuti sekitar 40 siswa TK ABA Giwangan. Para peserta diajak mengikuti
tur menggunakan bus dari Taman Edukasi Lalu Lintas menuju Terminal Giwangan.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan penjelasan tentang fungsi bus,
tata cara menggunakan transportasi umum, mulai dari membeli tiket hingga alur
keberangkatan.
Selain itu, peserta
juga mengunjungi UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota
Yogyakarta untuk mengetahui proses pengecekan kendaraan agar angkutan publik
tetap aman dan layak jalan. Kegiatan ditutup dengan praktik berkendara sepeda
di Taman Edukasi Lalu Lintas sebagai bentuk pembelajaran langsung mengenai
keselamatan berlalu lintas.
Peluncuran program
ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta,
Agus Arif Nugroho. Ia menyampaikan bahwa program ini bertujuan memperluas
edukasi keselamatan kepada anak-anak usia dini, tidak hanya tentang aturan lalu
lintas, tetapi juga memperkenalkan angkutan publik yang aman dan nyaman.
“Kita melaksanakan
Safety Tour untuk mengenalkan lebih jauh anak-anak tentang angkutan publik yang
berkeselamatan. Harapannya mereka semakin mencintai transportasi umum,
khususnya bus, serta tumbuh menjadi generasi yang tertib berlalu lintas,”
ujarnya.
Agus juga
mengharapkan dukungan dari Komisi C DPRD Kota Yogyakarta terkait pengadaan
sarana bus berbasis listrik dengan desain ramah anak guna mendukung program
tersebut. Saat ini, armada yang digunakan masih bus konvensional. Program
edukasi Safety Tour diberikan secara gratis bagi anak-anak usia dini dengan
kuota maksimal 50 peserta. Masyarakat dapat mengakses kegiatan tersebut melalui
pendaftaran di nomor layanan yang disediakan oleh Dinas Perhubungan.
Ketua Komisi C DPRD
Kota Yogyakarta, Bambang Seno Baskoro, mengapresiasi peluncuran program
tersebut sebagai langkah strategis dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas
melalui pendidikan sejak dini. Ia menilai program ini dapat menjadi contoh bagi
daerah lain.
Sementara itu,
Satlantas Polresta Yogyakarta yang diwakili Ipda Mitfah menyampaikan dukungan
penuh terhadap kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas. Menurutnya,
pembentukan karakter tertib berlalu lintas memerlukan proses jangka panjang.
“Melalui kegiatan
seperti ini, anak-anak akan memahami cara berlalu lintas yang aman. Dampaknya
mungkin tidak langsung terlihat, namun dalam jangka panjang mereka akan menjadi
pengguna jalan yang berkeselamatan,” ungkapnya.
Kegiatan
berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Program
ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak usia
dini sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap transportasi umum di
Kota Yogyakarta. (Humas Polresta Yogyakarta)


No comments:
Write comment