Kapolsek Umbulharjo,
AKP Hellga Dimas Prakoso, memimpin langsung personelnya untuk menghadiri
sekaligus mengamankan tradisi Ruwahan Kirab Budaya bertajuk “Ngapem Bareng” di
Kampung Miliran, Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Minggu (8/2/2026).
Pengamanan dilakukan
secara menyeluruh, mulai dari lokasi utama di kawasan Lahan Laudatosi hingga
sepanjang rute yang dilalui kirab, guna memastikan arus lalu lintas tetap
lancar dan jemaat lintas agama dapat mengikuti prosesi dengan nyaman.
Kegiatan yang dimulai
pukul 08.30 WIB ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan,
jajaran DPRD Kota Yogyakarta, Dinas Kebudayaan, Mantri Pamong Praja Umbulharjo,
serta unsur Forkopimtren. Agenda tahunan yang memasuki penyelenggaraan ketiga
ini menjadi sarana doa bersama dan ungkapan syukur menjelang Bulan Suci
Ramadan.
Ketua Pelaksana,
Herry Santoso Wibowo, menjelaskan bahwa tradisi ini mengedepankan konsep
pluralisme. "Kampung Miliran dihuni masyarakat majemuk mulai dari pemeluk
Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, hingga Konghucu. Keberagaman ini
justru menjadi kekuatan kami dalam membangun kehidupan sosial yang rukun
melalui simbol kue Apem," ungkapnya.
Dalam kirab tersebut,
warga menampilkan Gunungan Apem raksasa yang dikawal oleh Bregada ‘Wira Praja
Manggala’. Peserta karnaval turut memeriahkan suasana dengan mengenakan
berbagai busana adat nusantara.
Hal yang paling
menonjol dalam kegiatan ini adalah prosesi doa yang dilakukan secara lintas
agama sebelum gunungan dibagikan. Tokoh-tokoh dari berbagai keyakinan berdiri berdampingan,
memanjatkan doa demi persatuan dan keselamatan bangsa, membuktikan bahwa
perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang dalam merawat tradisi leluhur.
Wakil Wali Kota
Yogyakarta, Wawan Harmawan, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi warga
Miliran. Ia menilai kegiatan ini memperlihatkan wajah asli Yogyakarta sebagai
kota yang toleran dan berbudaya, sekaligus memiliki potensi besar bagi
pariwisata berbasis masyarakat.
"Masyarakat
Miliran adalah contoh nyata Kampung Rukun Beragama di Yogyakarta. Budaya lokal
seperti ini harus terus dirawat agar tidak tergerus arus modernisasi. Kami
berharap generasi muda terlibat aktif sebagai pelaku budaya agar warisan ini
tetap hidup dinamis," ujar Wawan Harmawan.
Kapolsek Umbulharjo,
AKP Hellga Dimas Prakoso, menyatakan bahwa kehadiran Polri merupakan bentuk
dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang bernilai positif. Melalui pengamanan
yang terukur, seluruh rangkaian kirab budaya hingga pembagian gunungan apem
berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. (Humas Polsek Umbulharjo)

.jpeg)
No comments:
Write comment