Praktik tindak pidana love scamming internasional yang
beroperasi di kawasan Jalan Gito-Gati, Kabupaten Sleman, diketahui dijalankan
dengan sistem yang terstruktur dan manipulatif. Fakta tersebut terungkap dari
keterangan seorang mantan pekerja berinisial S, yang pernah terlibat sebagai
operator di perusahaan tersebut.
Menurut pengakuan S, para pekerja dibagi ke dalam
sejumlah divisi dengan peran yang saling berkaitan. Setiap divisi memiliki
tugas bertahap untuk membangun kedekatan emosional sekaligus memanipulasi
korban, yang mayoritas merupakan pria dari negara-negara berbahasa Inggris.
Modus operandi diawali dengan pendekatan melalui aplikasi
kencan menggunakan akun perempuan fiktif. Akun-akun tersebut dilengkapi foto
yang telah disediakan oleh perusahaan, mulai dari foto kasual hingga foto dengan
muatan vulgar, guna menarik perhatian korban.
Setelah komunikasi terjalin, korban diarahkan untuk
menjadi pengguna premium aplikasi. Pada tahap berikutnya, korban digiring
melakukan top-up koin digital yang digunakan untuk mengirim hadiah (gift) kepada
akun fiktif tersebut.
Eksploitasi finansial berlanjut dengan iming-iming akses
konten foto dan video yang semakin berani. Konten tersebut hanya dapat dibuka
apabila korban mengirimkan gift dalam jumlah tertentu.
“Semakin tinggi divisinya, konten yang dikirim semakin
vulgar. Tujuannya agar korban terus mengeluarkan koin,” ungkap S.
S mengaku hanya bekerja sekitar satu bulan setelah
menyadari bahwa aktivitas tersebut merupakan bentuk penipuan yang merugikan
banyak pihak. Ia juga mengungkapkan bahwa sistem penghasilan dirancang cukup
menarik, dengan gaji pokok sekitar Rp3 juta per bulan, ditambah bonus harian
serta insentif berdasarkan target.
Kasihumas Polresta Yogyakarta Iptu Gandung menegaskan
bahwa keterangan mantan pekerja tersebut menjadi bagian penting dalam proses
pendalaman perkara. Informasi ini digunakan untuk mengungkap secara menyeluruh
jaringan, peran pelaku, serta pola operasional kejahatan love scamming lintas
negara yang telah merugikan banyak korban.
Polisi memastikan akan terus mengembangkan penyelidikan
guna menjerat seluruh pihak yang terlibat, termasuk aktor utama yang diduga
berada di luar negeri. (Humas Polresta Yogyakarta)


No comments:
Write comment