Suara sirene meraung memecah
ketenangan di SD Negeri Gedongkuning, Jumat pagi (09/01/2026). Ratusan murid
terlihat sigap bersembunyi di bawah meja sebelum akhirnya dievakuasi menuju
titik kumpul dengan pengawasan guru dan petugas. Suasana ini merupakan bagian
dari simulasi gempa bumi dalam program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Bhabinkamtibmas Kelurahan
Rejowinangun, Aiptu Bandang Setiawan, hadir langsung memantau jalannya
pelatihan yang diselenggarakan oleh BPBD Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas
Pendidikan Kota Yogyakarta. Kegiatan ini melibatkan seluruh peserta didik,
tenaga pendidik, serta perwakilan warga di sekitar lingkungan sekolah.
Pemerintah Kota Yogyakarta
melalui BPBD menargetkan pembentukan SPAB di tujuh sekolah dasar negeri
sepanjang tahun 2026. Prioritas diberikan kepada sekolah yang berada di kawasan
rawan bencana. Hingga saat ini, total SPAB yang terbentuk telah mencapai 21
sekolah dasar negeri di wilayah Kota Yogyakarta.
Pembentukan SPAB mencakup
materi komprehensif yang tidak terbatas pada simulasi fisik. BPBD memberikan
pembekalan terkait kriteria lingkungan sekolah aman, mulai dari penilaian
struktur bangunan, penentuan jalur evakuasi yang tepat, hingga penetapan titik
kumpul yang representatif.
Kepala SDN Gedongkuning,
Wiwin Prihandiningsih, mengungkapkan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi
333 muridnya, mengingat lokasi sekolah berada di kawasan padat penduduk.
Pelatihan selama tiga hari tersebut membekali guru dan murid agar memiliki
kesiapan mental dan prosedur yang jelas jika terjadi situasi darurat.
Aiptu Bandang Setiawan
memberikan apresiasi atas antusiasme seluruh warga sekolah dalam mengikuti
setiap tahapan simulasi. Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, BPBD, dan
institusi pendidikan sangat diperlukan untuk membangun budaya sadar bencana
sejak dini.
"Kami hadir untuk
memastikan seluruh proses simulasi berjalan aman dan memberikan dukungan teknis
dalam manajemen evakuasi. Pengetahuan tentang kebencanaan ini merupakan bekal
berharga agar setiap warga sekolah tahu peran masing-masing saat terjadi
ancaman nyata. Harapan kami, kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari keseharian
di sekolah," ujar Aiptu Bandang Setiawan.
Dengan terlaksananya
simulasi ini, SDN Gedongkuning kini memiliki tim siaga yang diharapkan mampu
menekan risiko dan menjaga keselamatan seluruh penghuni sekolah dalam
menghadapi potensi bencana di masa depan. (Humas Polsek Kotagede)


No comments:
Write comment