Yogyakarta - Menyikapi dampak cuaca ekstrem berupa hujan
deras dan angin kencang yang melanda wilayah Kota Yogyakarta pada Rabu
(20/5/2026) siang hingga sore kemarin, Polresta Yogyakarta mengeluarkan imbauan
resmi kepada seluruh lapisan masyarakat.
Berdasarkan data dari BPBD Kota Yogyakarta, cuaca ekstrem
tersebut telah memicu insiden bencana hidrometeorologi di sedikitnya 18 titik
lokasi yang tersebar di wilayah Jetis, Gondokusuman, Danurejan, dan Tegalrejo.
Dampak yang ditimbulkan meliputi belasan pohon tumbang (seperti di Jl. Tentara
Pelajar dan Jl. Sunaryo), dahan patah (di lingkungan Kampus 5 Sanata Dharma dan
depan SDN Bhayangkara), tower roboh di Karangwaru, serta kerusakan pada atap 13
rumah warga (termasuk di kawasan Jogoyudan dan Terban).
Menanggapi situasi tersebut, Kapolresta Yogyakarta
melalui Kasihums Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, S.H., menyampaikan
beberapa poin imbauan penting demi keselamatan bersama:
1. Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Potensi Cuaca Ekstrem
Susulan
"Kami mengimbau kepada seluruh warga Kota Yogyakarta
dan para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan prakiraan
dari BMKG DIY per hari Kamis (21/5/2026), potensi hujan dengan intensitas
sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih
berpeluang terjadi pada siang hingga sore hari, khususnya di wilayah Sleman,
Yogyakarta, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara."
2. Utamakan Keselamatan Saat Berkendara
- Hindari Berteduh di Bawah Pohon/Baliho: Saat terjadi
hujan lebat disertai angin kencang, pengguna jalan diminta untuk tidak memarkir
kendaraan atau berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, baliho, atau dekat
jaringan kabel listrik yang rawan tumbang/roboh.
- Patuhi Arahan Petugas: Di beberapa titik penanganan
pascabencana, seperti evakuasi material pohon di Jl. Tentara Pelajar dan Jl.
Sunaryo, arus lalu lintas mungkin mengalami pengalihan atau tersendat. Mohon
bersabar dan ikuti petunjuk dari personel Ditlantas Polda DIY dan Satlantas
Polresta Yogyakarta di lapangan.
3. Gotong Royong dan Deteksi Dini di Lingkungan Rumah
- Periksa Kondisi Lingkungan: Warga diimbau untuk
memeriksa kondisi atap rumah masing-masing serta memangkas secara mandiri
dahan-dahan pohon yang sudah rimbun atau rapuh di pekarangan rumah sekiranya
membahayakan.
- Optimalkan KTB (Kampung Tangguh Bencana): Hidupkan
kembali semangat gotong royong bersama Linmas dan elemen KTB di wilayah
masing-masing untuk melakukan langkah antisipasi dan penanganan cepat jika
terjadi situasi darurat.
4. Sinergitas Penanganan Pascabencana
Polresta Yogyakarta mengapresiasi gerak cepat tim
gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, Damkarmat, DLH, TNI (Koramil), PLN, SAR
DIY, relawan, serta masyarakat yang bahu-membahu melakukan evakuasi hingga
malam hari.
Polresta Yogyakarta bersama unsur terkait akan terus
menyiagakan personel untuk membantu proses pemulihan, pengamanan, dan
kelancaran lalu lintas di lokasi-lokasi terdampak. Jika masyarakat menemukan
situasi darurat atau membutuhkan bantuan kepolisian segera, silakan menghubungi
Call Center Kepolisian 110 atau pos polisi terdekat.
Mari Bersama Tetap Waspada, Jaga Keselamatan, dan Jaga
Kondusivitas Kota Yogyakarta. (Humas Polresta Yogyakarta)


No comments:
Write comment