Mergangsan, Yogyakarta - Jajaran kepolisian Sektor
Mergangsan terus menunjukkan dukungannya terhadap berbagai program strategis
pemerintah daerah dalam mewujudkan ketertiban umum berbasis partisipasi
masyarakat. Pada Rabu malam (20/05/2026) mulai pukul 19.30 WIB, Kapolsek
Mergangsan, AKP Feri Anto Heri Nugroho, S.H., M.H., menghadiri langsung
kegiatan Pencanangan Gerakan Kampung Panca Tertib Kampung Prawirotaman yang
berpusat di Balai RW 09 Prawirotaman, Kelurahan Brontokusuman, Kemantren
Mergangsan, Kota Yogyakarta. Agenda yang berlangsung khidmat ini
diselenggarakan oleh Seksi Binpotmas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
Kota Yogyakarta.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu
kebangsaan Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan rencana
aksi pasca-deklarasi oleh Ketua Kampung Prawirotaman, Ivan Yunanto. Dukungan
penuh terhadap pergerakan ini juga disampaikan melalui sambutan berturut-turut
dari Mantri Pamong Praja Kemantren Mergangsan, Drs. Suradi, M.Si., serta Kepala
Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, S.I.P., M.Si.
Selain unsur pimpinan wilayah, acara penting ini dihadiri secara lengkap oleh
jajaran Kepala Dinas terkait, mulai dari Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan
Hidup, Dinas Pertanian dan Pangan, hingga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Kota Yogyakarta. Sinergitas tiga pilar di tingkat akar
rumput juga diperkuat dengan kehadiran Danramil Mergangsan, Lurah
Brontokusuman, Ketua LPMK, serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan
Brontokusuman.
Dalam laporannya, Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta
menjelaskan bahwa Kampung Panca Tertib merupakan sebuah inisiatif terintegrasi
dari Pemerintah Kota Yogyakarta guna memicu lahirnya lingkungan hidup yang
aman, nyaman, dan harmonis. Melalui gerakan ini, warga diposisikan secara
terhormat sebagai subjek perubahan aktif yang mengawal aturan, bukan sekadar menjadi
objek penertiban semata. Program yang selaras dengan misi pengamanan
kewilayahan ini berfokus pada penegakan Lima Pilar Ketertiban, yang mencakup
Tertib Daerah Milik Jalan (Damija) melalui pemanfaatan bahu jalan sesuai
peruntukannya, Tertib Bangunan, Tertib Usaha, Tertib Lingkungan, serta Tertib
Sosial dalam mematuhi norma hukum dan ketertiban umum. Secara khusus pada pilar
lingkungan, gerakan ini mengadopsi skema lima langkah "Mas JOS" demi
menuntaskan masalah kedaruratan sampah perkotaan dengan cara memilah sampah
sesuai jenis, menyetorkan sampah anorganik ke bank sampah, mengolah sampah
organik secara mandiri, menghabiskan porsi makanan, serta membudayakan wadah
berulang pakai.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Dr.(HC) dr. H.L.
Hasto Wardoyo, Sp.OG(K)., dalam pengarahannya menegaskan bahwa momentum
deklarasi malam hari itu bukanlah sebuah titik akhir dari sebuah proses
formalitas. Pemerintah Kota Yogyakarta akan terus melakukan monitoring,
evaluasi, serta pendampingan berkelanjutan agar nilai-nilai mulia dan budaya
tertib ini benar-benar tumbuh mengakar kuat menjadi gaya hidup keseharian
masyarakat. Wali Kota menaruh harapan besar agar Kampung Prawirotaman mampu
menjelma sebagai role model atau teladan ketertiban bagi kawasan-kawasan lain
di Kota Yogyakarta, sekaligus memotivasi para relawan, pelopor ketertiban,
fasilitator, dan Duta Kampung Panca Tertib untuk konsisten bergerak di
lapangan.
Sebagai bentuk komitmen nyata dari gerakan moral ini,
acara dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan bersama pada banner Komitmen
Kampung Prawirotaman Brontokusuman oleh seluruh pemangku kepentingan terkait
yang dipanggil satu per satu menuju podium, mulai dari jajaran Ketua RW, Ketua
LPMK, Lurah, Forkopimcam Mergangsan termasuk Kapolsek, para Kepala Dinas, hingga
ditutup oleh Wali Kota Yogyakarta. Rangkaian ceremonial diakhiri dengan
penyerahan Plagam Komitmen dan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pekers oleh
Penjabat Wali Kota dengan didampingi Kasat Pol PP kepada Koordinator Forum
Komunikasi Panca Tertib (FKPT), yang disusul dengan sesi foto bersama.
Kapolsek Mergangsan, AKP Feri Anto Heri Nugroho, S.H.,
M.H., menyatakan bahwa pihak kepolisian sangat menyambut baik dan siap mengawal
penuh keberlanjutan program Kampung Panca Tertib ini di wilayah hukum Mergangsan.
Menurutnya, ketika kesadaran masyarakat sipil sebagai subjek perubahan sudah
terbangun secara mandiri dari lingkungan terkecil seperti tingkat RW dan
kampung, maka potensi gesekan sosial dapat diredam sejak dini dan tugas aparat
keamanan dalam memelihara stabilitas Kamtibmas yang kondusif akan terasa jauh
lebih ringan berkat adanya keteraturan sosial tersebut. Seluruh rangkaian acara
pencanangan yang berakhir pada pukul 20.45 WIB ini berjalan dengan aman,
tertib, lancar, dan kondusif. (Humas Polsek Mergangsan)


No comments:
Write comment