Jajaran Personel Polresta Yogyakarta Amankan Prosesi Grebeg Besar Hari Raya Idhul Adha 1439H


Yogyakarta- Jajaran personel Polresta Yogyakarta melaksanakan pengamanan prosesi grebeg besar dal 1951 bertepatan dengan hari raya Idul Adha 1439 H pada Rabu (22/08/2018).

Grebeg merupakan sebuah gunungan yang pada hakekatnya ialah sedekah dari Raja kepada rakyatnya. Sedekah yang diberikan tidak begitu saja diberikan namun harus diperebutkan oleh para warga masyarakat.

Sejak pukul 08.00 WIB, ribuan masyarakat sudah memadati area Masjid Gedhe Kauman yang merupakan tempat diperebutankannya gunungan.

Adapun pada grebeg tersebut mempersembahkan 7 gunungan yang berisi beragam sayuran dan hasil bumi yaitu 3 Gunungan lanang, 1 Gunungan Wadon, 1 Gunungan Gepak, 1 Gunungan Darat dan 1 Gunungan Pawuhan.

Gunungan tersebut dikawal 60 anggota bregodo prajurit Bugis, 30 abdi dalem Norokaryo serta 20 utusan ndalem.

Prosesi tradisi grebeg dimulai dengan keluarnya prajurit / bregodo Kraton dari keben menuju magangan dengan diringi musik khas prajurit Kraton dan lengkap dengan senjata Kraton dengan maksud untuk menjemput tumpeng dan gunungan yang merupakan hasil dari produk  pertanian dan aneka jajanan/ makan pasar.

Selanjutnya pasukan prajurit Kraton/ bregodo kembali melakasakan pengambilan tiga gunungan dan dimulai dari magangan menuju ke pagelaran Kraton dan dibagi menuju Puro Pakualaman, kepatihan dan Masjid Gedhe untuk dibagikan ke masyarakat.

Dengan adanya tembakan Salvo sebanyak 3 kali sebagai penghormatan, Selanjutnya tujuh gunungan keluar dari Bangsa Ponconiti Kraton Yogyakarta, melewati Siti Hinggil Pagelaran Kraton Yogyakarta lalu melewati Alun - Alun Utara Kraton Yogyakarta.

Setelah mendekati pohon Beringin Kembar di tengah Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta, bregodo prajurit Kraton yang membawa lima gunungan Grebeg akan berbelok ke arah masjid Gedhe Kauman untuk di doakan oleh penghulu, selanjutnya di perebutkan warga masyarakat.

Sementara satu gunungan yang dibawa kearah Kepatihan terus melewati Alun-Alun Utara menuju Kawasan Titik Nol km menuju Kepatihan melawan arah arus lalulintas di kawasan Malioboro dan satu gunungan dengan dikawal dua gajah dibawa ke Puro Pakualaman akan diarahkan menuju Puro Pakualaman setelah dari kawasan Titik Nol Km melewati Jalan Pangeran Senopati dan Jalan Sultan Agung.

Dengan bantuan pengamanan dari jajaran personel Polresta Yogyakarta, Prosesi Grebeg dapat berjalan dengan aman dan tertib.





Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel