Kapolresta Yogyakarta Ajak Elemen Masyarakat Cegah Kenakalan Remaja di Kota Yogyakarta



Yogyakarta- Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini, S.IK menjadi narasumber dalam Sarasehan Tertib Sosial Bersama Warga Masyarakat Kota Yogyakarta yang digelar di Balai Kota Yogyakarta, Sabtu (25/08/2018).

Turut hadir dalam acara tersebut Walikota Yogyakarta Drs. Haryadi Suyuti, Dandim Kota Yogyakarta Letkol inf Bram Pramudia dan Kasat Pol PP Kota Yogyakarta Drs. Nurwidihartana.

Sebagai peserta sarasehan yakni Satpol PP dan FKPM dengan jumlah peserta kurang lebih 100 orang.

Dalam kesempatan tersebut Kapolresta Yogyakarta menyampaikan tentang fenomena situasi kamtibmas di Kota Yogyakarta.

Secara umum situasi kamtibmas di Kota Yogyakarta saat ini aman dan kondusif namun dengan aneka ragam dan latar belakang masyarakat timbul kejahatan-kejahatan sperti curanmor, klitih, tawuran dan tindakan yang melawan hukum.

"Dari catatan Kepolisian kejadian Curanmor pada setiap bulannya rata-rata hilang 8-9 sepeda motor" jelas Kapolresta Yogyakarta.

Ia menambahkan beberapa bulan terakhir Provinsi DIY diresahkan dengan adanya terorisme namun secara cepat dapat ditangani oleh Densus 88 Anti Teror.

Fenomena lokal yang lainnya yakni kenakalan remaja usia sekolah yang di Yogyakarta diistilahkan dengan klitih.
Klitih merupakan sebuah mempunyai arti sebagai sebuah kegiatan keluar rumah di malam hari tanpa tujuan atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Keluyuran.

Beberapa contoh klitih yakni pada tahun 2016 kasus klitih dengan motif tersangka mempunyai kelainan mental dengan menganiaya perempuan dengan menggunakan silet.

Motif yang kedua yakni motif teror. Seperti yang terjadi pada waktu lalu ada rombongan anak-anak berpapasan dengan beberapa orang dan dikejar serta rumah dan kendaraan dirusak.

Kemudian dengan motif ekonomi dengan aksi perampasan secara paksa.

Motif balas dendam merupkan motif yang sangat meresahkan yakni tersangka salah sasaran seperti beberapa waktu lalu saat bulan Ramadhan ada pembacokan yang terjadi di jalan C. Simanjuntak. Selain itu ada juga motif pemerasan dengan ancaman.

Penyebab klitih dari hasil wawancara pelaku yakni disfungsi keluarga, konsep diri buruk,  kematangan sosial emosi rendah, prestasi belajar rendah,  ditolak peer/teman sejawat dan komitmen tinggi dengan kelompok menyimpang.

Solusi penanganan klitih sendiri dapat diatasi dengan melakukan sinergitas terhadap lembaga sosial dasar meliputi lembaga keluarga, lembaga pendidikan, lembaga ekonomi, lembaga agama dan lembaga pemerintah/politik.

"Untuk menghadapi persoalan ini kami dari Polisi kami melakukan pencegahan secara preemtif secara edukasi dengan bekerja sama dengan pihak sekolah, preventif setiap malam jajaran Polresta Yogyakarta pada jam dini hari melakukan patroli.  Yang terakhir dengan cara Represif. Tindakan yang terkait dengan penegakkan hukum diteruskan ke Pengadilan." tegas Kapolresta Yogyakarta.

"Menyikapi hal tersebut kami mempunyai SSDP yakni Satu Sekolah Dua Polisi guna mendeteksi masalah siswa." tambahnya.

Dalam akhir Sarasehan Kapolresta Yogyakarta mengajak elemen masyarakat saling bekerja sama dalam menangani masalah klitih agar tidak berkembang dan semakin besar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel